Kita pernah mengalami sakit, mengalami depresi, mengalami yang namanya Pedih perih dalam hidup, sekali lagi kukuatkan diriku untuk selalu terlihat bahagia, dan ternyata aku tidak bisa seperti itu, air mataku selalu bercucuran tak menentu, tuhan andai saja aku tidak lahir, aku pasti tidak menderita seperti saat ini, hidup sendiri, tanpa kasih sayang.
Ayah yang hanya mementingkan perempuan lain, yang tidak sayang lagi dengan anak satu-satunya.
Update cerita setiap hari selasa-kamis-sabtu.
Jangan lupa beri vote, koment, dan baca yah.
attention !!!!!!!⛔
Dilarang mengcopy paste isi cerita ❎apalagi sampai mengambil tanpa izin isi dari cerita ini.
Dilarang berkomentar kotor tentang isi cerita, apalgi sampai membaca kata-kata yang tidak sesuai ❎
Ini cerita mengandung unsur-unsur yang tidak boleh dibaca oleh anak dibawah umur ❎
Terimakasih.
rumah yang tadinya harmonis, berubah 180° hanya dalam satu malam,dan di sini lah kehancuran di mulai
Entah siapa yang salah di sini,dan siapa yang tersakiti disini, semuanya merasakan sakit yang sama,namun mereka lebih memilih bertahan karena alasan masing masing.
"Kita ga boleh benci sama orang yang udah hancurin hidup kita,kita juga ga boleh balas dendam sama orang yang merenggut kebahagiaan kita,semuanya sudah di atur dan tuhan tau mana yang lebih baik"-indah lexia cahya
•
•
•
•
•
•
"Kita ga boleh benci sama dia kak,yang salah bundanya bukan dia" ucap indah mengusap lembut rambut panjang putrinya
*kalau ga paham deskripsi nya mending langsung baca aja*
⚠️Wajib vote dan komen!!!
•sebelum baca ikuti akun ku dulu biar ga ketinggalan info
cerita kedua aku,semoga banyak yang suka ya..