Kita pernah mengalami sakit, mengalami depresi, mengalami yang namanya Pedih perih dalam hidup, sekali lagi kukuatkan diriku untuk selalu terlihat bahagia, dan ternyata aku tidak bisa seperti itu, air mataku selalu bercucuran tak menentu, tuhan andai saja aku tidak lahir, aku pasti tidak menderita seperti saat ini, hidup sendiri, tanpa kasih sayang.
Ayah yang hanya mementingkan perempuan lain, yang tidak sayang lagi dengan anak satu-satunya.
Update cerita setiap hari selasa-kamis-sabtu.
Jangan lupa beri vote, koment, dan baca yah.
attention !!!!!!!⛔
Dilarang mengcopy paste isi cerita ❎apalagi sampai mengambil tanpa izin isi dari cerita ini.
Dilarang berkomentar kotor tentang isi cerita, apalgi sampai membaca kata-kata yang tidak sesuai ❎
Ini cerita mengandung unsur-unsur yang tidak boleh dibaca oleh anak dibawah umur ❎
Terimakasih.
Anggun masih ingat, bagaimana hari itu Rangga dan keluarga mengusir dirinya yang tengah berbadan dua. Di usianya yang baru lulus SMA, Anggun menghentikan mimpinya demi bayi yang dikandungnya.
•••••
"Kak Angga aku hamil..."
"Terus?!"
Anggun terdiam mendengar jawaban kakaknya yang ketus.
"Kamu tahu kan aku sudah punya tunangan! Please...ngerti dikit lahh!"
"Terus aku harus gimana?"
"Gugurin! Dan jangan sampai ayah, mama atau siapapun tahu soal hal ini!"
Malam itu Anggun memilih jujur pada orang tua angkatnya kejadian yang sebenarnya. Sayangnya mereka tidak percaya dan malah mengusir Anggun karena percaya dengan semua ucapan Rangga.
(Tentang ikhlas berkelas, sabar tak berbatas, pengorbanan dan penerimaan )