SUBLIMASI (Dari Si Pemikir)

SUBLIMASI (Dari Si Pemikir)

  • WpView
    Reads 200
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 29, 2021
[COMPLETED] Normalnya, kita melihat es mencair jadi air, sebelum pelan-pelan bergabung dengan udara. Sublimasi itu sesuatu yang tidak umum kita lihat--kecuali kalau kamu anak kimia yang sering menghabiskan waktu di laboratorium dan mengamati perubahan semacam itu. Se luang apa waktumu sampai rela berjam-jam memandangi kapur barus di kamarmandi menyublim? Aku sendiri, bukan seseorang yang banyak berbicara. Normalnya, orang mengucapkan secara verbal hal-hal yang mengganggu pikirannya kalau orang yang ia percaya ada di sekitarnya. Aku agak berbeda. Dorongan untuk menulisnya, jauh lebih besar dibanding membicarakannya. Karena ucapan itu bisa hilang, dilupakan, dan menyakiti bila tidak dicerna dengan kepala dingin. Atau mungkin, kamu pada dasarnya memang tidak punya otak saja. Tidak masalah. Karena aku pun sama.
All Rights Reserved
#287
inspirasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LUMEN: Awal Perjalanan Takdir
  • The Disappearance of Butterfly
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Maaf' (Revisi)
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Everything Not Same (Selesai) ✔✔
  • Destiny ✓
  • GLIMMER ✔

Dalam dunia yang dipenuhi dengan bayang-bayang dan misteri, dua saudara kembar, Fyra dan Kahfi, terjebak dalam perjalanan penemuan jati diri yang penuh liku. Dibesarkan dalam keluarga yang memiliki harapan besar, mereka berdua menghadapi tekanan untuk menjadi yang terbaik, namun jalan hidup mereka membawa mereka ke arah yang berbeda. Fyra, dengan semangat dan keyakinan, berjuang untuk memenuhi ekspektasi orang tuanya, sementara Kahfi, yang lebih introspektif, merasa terasing dalam bayang-bayang saudara perempuannya. Ketika sebuah peristiwa tragis mengguncang kehidupan mereka, hubungan mereka diuji, dan masing-masing terpaksa harus memilih jalan yang berbeda: satu menuju cahaya dan harapan, sementara yang lain terperangkap dalam kegelapan dan keraguan. Bergulir di antara tema keluarga, kepercayaan, dan pencarian spiritual, "Lumen" mengeksplorasi bagaimana cahaya bisa membimbing kita di saat-saat tergelap dan betapa pentingnya menemukan jati diri kita. Apakah mereka bisa menemukan jalan kembali satu sama lain? Atau akankah mereka terpisah selamanya dalam pencarian masing-masing? Gabungkan elemen drama, konflik emosional, dan nuansa religius dalam perjalanan yang menggugah hati ini. Temukan jawaban dalam cahaya yang bersinar terang, di mana setiap pilihan dapat mengubah segalanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines