Hai, Jen!

Hai, Jen!

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 23, 2021
"Kita memang dipersatukan oleh perbedaan. Tangan yang merangkul dan menggenggam membuat kita sadar, bahwa hidupmu dan hidupku memang akan terus berjalan." "Kita peduli dengan cara yang berbeda." "Aku punya kekurangan." "Bukankah kita sahabat?" Cerita ini akan membawa kita ke rangkulan persahabatan dan harmonisasi keluarga. Bagaimana caramu menempatkan diri dan menerima takdir yang mungkin sesuram PH dadakan. Dan seberapa keras perjuanganmu untuk meraih impian. "Kamu menolakku?" Rajendra mengelus surai gadis itu yang terdiam menunduk. "Ndak papa Sonia." Dia tersenyum. "Masih ada esok untuk berjuang dan menarikmu kembali." Rajendra menggenggam tangan Sonia. "Sampai kamu menerima dan kita bersama." Yakinnya bersungguh-sungguh. ©StoryDwiisel
All Rights Reserved
#17
firman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Son [END] ✔
  • ALEYA~~
  • KARAFERNELIA
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • BINTANG SEJAJAR
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Homesick [END]
  • Cahaya Redup [END]✓
  • Eccedentesiast | Jay Enhypen

bagi Alaska, putra nya adalah sumber kehidupan nya. tanpa anak itu, Alaska akan merasa kesepian. di saat semua orang berpaling menjauhi nya maka putra nya akan senantiasa selalu di sisi nya. dan disaat semua orang melayangkan ujaran kebencian dan cemoohan maka putra nya akan menjadi tameng untuk nya. Alaska akui, jika ia lemah. sangat lemah. ia hanya mampu terdiam disaat semua orang mengungkit-ngungkit kekurangan nya. dan senyuman adalah cara ampuh yang ia gunakan untuk membungkam mulut-mulut kotor itu. dan satu lagi alaska tidak bisa hidup tanpa putra nya. bagi angkasa, papa nya adalah super hero nya. setiap kali membahas tentang papa angkasa akan senang hati menceritakan seberapa beruntung nya ia memiliki ayah se istimewa papa nya. meskipun di besarkan tanpa seorang ibu. tapi bagi angkasa kehadiran papa nya sudah cukup. dan angkasa tidak suka saat semua orang terang-terangan mencemooh kekurangan papa nya. ya... papa nya itu termasuk orang istimewa. ia penyandang disleksia. lantas apa yang salah mengapa semua orang menganggap papa nya seperti sampah masyarakat karena kekurangan nya? demi apapun.. angkasa mengutuk mulut-mulut kotor itu. 🌚🌚🌚 penasaran dengan kelanjutan kisah mereka berdua? 😁. ayokk mampir..

More details
WpActionLinkContent Guidelines