Sepotong Martabak Keju

Sepotong Martabak Keju

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 19, 2021
Dengan buru-buru Chika melahap martabak yang diberikan oleh neneknya itu, mulut kecilnya belepotan dengan keju dan susu yang masih lumer di mulut. Martabak dingin yang biasa dia makan pagi hari itupun sisa keluarga om nya saja terasa sangat nikmat, apalagi yang masih hangat seperti ini, tentu saja tidak Chika tunda untuk menghabiskannya. Martabak baginya merupakan makanan yang sangat mewah, Karena jarang sekali kedua orang tuanya memberikan martabak keju kesukaan itu.
All Rights Reserved
#25
30harikonsistenmenulis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] Saya Bertani dan Memasak Makanan Lezat di Zaman Kuno
  • The Unexpected
  • Micha and Brother
  • MY LITTLE ZEE [Revisi]
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • guruku adalah kekasihku (chikara)

Blogger makanan Jiang Nan, yang terpesona oleh seluruh Internet, mendapat paket hadiah perjalanan waktu sebagai imbalan atas kerja kerasnya. Ketika saya membuka mata, saya melihat pemandangan perpisahan keluarga, rumah leluhur yang sewaktu-waktu akan runtuh, saudara ipar yang tampak pucat, diri saya yang lemah, dan ibu mertua yang sakit parah. Jiang Nan: Beberapa orang tidak jauh dari kematian ketika mereka masih hidup... Semua orang di desa menyesalkan bahwa rumah besar keluarga Shen tidak baik. Jika keluarga terpecah seperti ini, mereka mungkin tidak akan bertahan di musim dingin. Namun Jiang Nan tidak percaya pada kejahatan. Jika dia bergantung pada gunung untuk makan dan tinggal dekat dengan air, dia tidak akan pernah mati kelaparan. Turun ke sungai, menangkap udang dan ikan, pergi ke pegunungan, memetik jamur dan menggali ginseng, membuka lahan kosong, dan menanam melon dan kacang-kacangan. Warung makan antara lain: Liangpi, kepiting goreng, kaki babi rebus, tahu, bakpao, hot pot, sate goreng, ayam Bobo. Gelombang pengunjung datang, dan kios-kios pinggir jalan berubah menjadi toko makanan butik. Lambat laun uang dalam keluarga semakin banyak, rumah bobrok berubah menjadi rumah bata, dan pakaian linen berubah menjadi pakaian brokat. Warung pinggir jalan disulap menjadi toko makanan enak, rumah bobrok disulap menjadi rumah bata, pakaian linen disulap menjadi brokat, dan yang terpenting, kantong uang menjadi menggembung! Kerabat yang berjuang melawan angin musim gugur, dan kakek-nenek yang hidup tanpa hasil bisa pulang dengan baik. Bisnisnya menjadi lebih baik dan semakin besar. Para bangsawan menghabiskan banyak uang untuk membeli meja hidangan pribadi khusus. (Sinopsis lanjut di dalam ➡️➡️)

More details
WpActionLinkContent Guidelines