ZAZA
  • WpView
    Reads 283
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 4, 2021
Tara mengambil tangkai Bunga Mawar yang sudah tidak memiliki kelopak, semua kelopak Bunganya habis berjatuhan tidak tersisa satu pun. Tara melangkah ke arah Anza dan berhenti tepat di depannya lalu menatap Anza dengan seksama "Kata kamu, masalah itu seperti kelopak Bunga Mawar, Za?" Tanya Tara dengan sedikit tidak yakin. Anza mengangguk dan mengambil tangkai Bunga yang sudah tidak memiliki kelopak tersebut lalu membalas tatapan Tara "Iya, akan habis pada masanya dan akan ada lagi, semuanya akan terulang kembali tapi dengan masalah yang berbeda" Tara mengangguk, sedikit paham dengan apa yang Anza katakan. "Lalu, bagaimana dengan laki-laki yang selalu ada di mimpi aku tapi aku gak tau namanya, apa orang itu bener-bener ada? Kalo ada, akan menjadi masalah baru atau menjadi kunci dari semuanya?" Anza tersenyum lalu menjawab pertanyaan Tara "Ra, aku bukan tuhan yang tahu semua jalan cerita kamu, bahkan jalan cerita aku sendiri aja gatau. Kita lihat kedepannya akan kaya gimana ya? Dan apapun yang terjadi nanti, tetap menjadi Tara yang selalu menyelesaikan masalah tanpa menunda ya?" Pinta Anza. Tara mengangguk dan memeluk Anza dengan sangat erat. /selamat membaca semuanya, semoga suka ya/
All Rights Reserved
#20
sketsa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HTS (Hubungan Tentang Status)
  • Maaf' (Revisi)
  • MY LOVE STORY
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • ADYRA
  • BUNGKAM
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Usai Pilu | KTH ✔
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]

"Lo percaya hubungan tanpa status nggak?" Ara menatap Ale dengan heran, "Kenapa tiba-tiba lo nanya begitu?" "Gue pengen tau aja pendapat lo." "Kalau gue rasa sih nggak bakal ada manusia yang mau menjalani hubungan tanpa status. Kalaupun awalnya dia nerima, pasti lama kelamaan dia bakal nuntut sebuah kata yang disebut 'status' itu sendiri." Ale hanya mangut-mangut mendengar jawaban Ara. Lalu, sebuah ide muncul dikepalanya. "Kita coba yuk?" "Coba apaan?" Tanya Ara heran. "Coba HTS-an." "Nope, lo gila ya?" "Lo takut ya Ra?" Tantang Ale. "Siapa bilang gue takut? Gue cuma males ngikutin permainan gila lo itu." "Ayolah Ra. Lagian ini efektif." "Efektif apaan?" "Efektif menjauhkan makhluk-makhluk yang bernama cewek dari pandangan gue." "Lah gue kan cewek?" "Kecuali lo, Kiara Nabila." Ujar Ale. "Lagian ada keuntungannya buat lo." "Apa keuntungannya?" "Lo nggak perlu ngelabrak lagi cewek-cewek yang ada hati sama gue." "Deal." Ucap Ara tanpa pikir panjang. Begitulah 'permainan' itu dimulai. Tetapi mereka lupa, siapa yang bermain api maka harus siap juga untuk terbakar. Yeaaaaay.. Cerita kedua dimulaaaaiiiiiii.. Kali ini ada Ara dan Ale, si duo bersahabat yang bertolak belakang sedang memulai cerita mereka. Mari dibaca, comment, dan vote yaaa.. Salam Sayang, Dilandita Note: Jangan menambah dosa dengan mengcopy paste dan meremake hasil karya penulis. Cover diambil dari Pinterest, jadi jika ada kesamaan dalam cover mohon dimaafkan, namanya juga dunia maya. Terima kasih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines