Alaefar

Alaefar

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 26, 2021
WpInfo
Fanfic
Red Velvet
Kehidupan Alarice berubah semenjak ia bertemu dengan Aefar. Seorang laki-laki remaja dengan pemampilan sederhana yang memikat hatinya. Aefar yang ternyata satu sekolah denganya dan baru ia ketahui saat ia kelas 11. Memiliki kepribadian yang cuek, pintar, sopan, dan menawan. Tapi sayang, dengan sifat cuek dan tidak pekaanya, Alarice sulit mendapat perhatiaanya. Sedangkan menurut Aefar, Alarice hanya seorang gadis menyusahkan yang mengganggu kehidupanya.
All Rights Reserved
#499
fanfiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramel
  • BADAI CAMILLA [COMPLETED]
  • DERAN
  • CINTA YANG NYATA
  • Gadis Populer & bodyguardnya
  • KAIRONA
  • Veil Of Elysian
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines