Memiliki wajah yang tidak sempurna kadangkala menjadi sebuah beban tersendiri, seringkali permasalah kulit membuat orang tidak percaya diri, berkecil hati, hingga tak jarang menjadi sasaran pembullyan atau body shaming. Nyatanya waktu hanya menyembuhkan rasa sakit namun tidak dengan lukanya sendiri yang masih menganga lebar dan berbekas di hati. Hanin mencoba menyingkirkan setiap kepahitan dan juga rasa sakit yang pernah ia alami di masa sekolahnya, namun ternyata sulit, rasa sakit itu tidak pernah bisa hilang walau sudah bertahun lamanya. hingga sebuah jeratan takdir menyeretnya kembali pada seseorang yang menjadi penyebab utama rasa sakitnya selama ini, bagaimana perasaan Hanin, apakah ia akan membalaskan rasa sakitnya ataukah memilih menyerah pada permainan takdir yang menjeratnya?
Mehr Details