Marigold

Marigold

  • WpView
    Reads 346
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 28, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
welcome to Marigold readers! Kebahagiaan dari keluarga? Bullshit. Azarielle Persephone, gadis yang selalu di pandang buruk oleh saudara-saudaranya. Gadis penyakitan, bodoh dan hanya mengandalkan tampangnya. Terlahir di keluarga yang pintar membuat Aza tertekan bukan fisik, tapi batin. Kakak yang lulus dengan nilai tertinggi, kembaran yang mendapatkan tawaran untuk bersekolah di dua universitas dunia dan adiknya yang mendapatkan juara debat sehingga di tawarkan untuk masuk ke Universitas Indonesia. Kehidupannya yang di manjakan oleh kedua orang tuanya, membuat Aza menjadi orang yang egois dan tertutup. Kebencian dari saudara-saudaranya membuat tekanan batin dari Aza, sehingga dirinya sering kali insecure karena kebodohannya. Selain itu, kecantikan dirinya membuat saudara-saudaranya membencinya. Tapi dibalik segala kekurangannya, ada satu kelebihan dari dirinya yang tak di ketahui oleh semua orang, yakni membaca takdir. -aza rielle- "Kalian berdua?" Aza sudah menduga ini bakal terjadi. Dia sudah memperingatkan kakaknya sebelumnya. --- "Tidak kuliah? Jadi apa masa depanmu tidak kuliah?" Tanya Brian kakak pertamanya menatap Aza. "E-sport huh?" Aza menundukan kepalanya. "Lo? Cewek bodoh, penyakitan kayak Lo mau ikut e-sport?" Tanya Gabriel adik Aza merendahkan. "Hahahahahahaha" Mereka semua tergelak. --- "Akan ku tunjukkan bagaimana orang yang tidak memiliki hati nurani" Ucap Brian, dia mendekati Aza. Plak Satu tamparan keras di pipi kanan Aza, belum puas, Brian membuka ikat pinggangnya dan melayangkannya pada Aza. Ctak Ctak --- "Menyiksaku tapi sungguh candu~" -aza rielle- RANK #1 Arna #11 Aza #15 Ajaib #21 Online -aza rielle- cover: pinterest (ArtStasion)
All Rights Reserved
#10
arna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • How to Survive
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • My Illegal Boyfriend
  • ★BABY ZION★
  • Hi! kaladevara (HIATUS)
  • LOVE IS DESTROYED [COMPLETED]
  • Eramnesia
  • Effort 2 [ Completed ]
  • MISTAKE (On Going)

Riri menyibakkan rambut hitamnya, "persediaan makanan kita menipis. Kita gak bisa bertahan terus di sini." "Tempat yang paling deket dari sini, ke mana?" Abil membersihkan kacamatanya dengan ujung hijab yang sudah tak dicuci berhari-hari. "Supermarket di tengah kota," Azura menjawab dingin sambil menatap kedua orangtuanya terkurung di balik pintu kamar mandi. Pupil Bian mengecil. Semua orang tahu apa yang akan menjadi keputusan Abil. Seketika si gadis tomboy berdiri. "Supermarket itu terlalu luas dan bahaya. Jangan tolol! Nyawa kita cuman satu!" Nawa mengangguk cepat, wajah memerah menahan tangis, napasnya memburu, "aku gak mau ke supermarket! Gak! Gak mau!" "Terus mau gimana? Mati perlahan di dalam sini? Mikir dong! Jangan karena takut, kalian milih mati kelaparan. Perlu ada kanibalisme dulu baru mau keluar?" Mata Abil memerah penuh gelora emosi dari balik kacamata yang engselnya patah akibat pukulan Bian minggu lalu. Azura memutar matanya malas, situasi sialan ini membuat semua orang lebih sensitif. "Udah-udah!" Nayara melerai. "Memungkinkan gak kalau kita cek ke rumah-rumah sekitar? Siapa tau Alex di sana masih tingkat 1. Bian bener, supermarket terlalu luas dan beresiko. Kita coba cari dulu di rumah sekitar, kalau gak ada, baru kita ke supermarket." Seketika ruangan senyap mencerna kalimat Nayara yang selalu bisa menengahi perdebatan mereka. "Jadi, guys sekarang mereka masih diskusi-" "LETTA!!" Bentakan teman-temannya langsung menyentak si gadis ikal. "Le, matiin," pinta Nayara sambil memberi tempat kosong untuk Letta. *** Hidup para remaja itu berubah ketika penyakit tidak jelas mulai menjelajah kota Bandung. Hidup berbulan-bulan tanpa orang tua dengan pola pikir yang masih kekanak-kanakan. Bagaimana cara mereka bertahan hidup dengan 7 kepribadian yang saling bertentangan? Bertemu dengan banyak orang dan berbagai kejadian. Merubah masing-masing mereka jadi sosok lain. Berhasilkah mereka bertahan hidup? Atau semua kembali pada keputusan mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines