Story cover for EXIST | LHC by UglyNeko_21
EXIST | LHC
  • WpView
    Reads 93
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 93
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Jul 21, 2021
Di kehidupan kita, pasti akan ada orang yang datang dan pergi. Mereka yang datang dan pergi akan memberikan suatu pesan tersendiri tanpa kita sadari. Akan tetapi, jika ada seseorang yang bertahan, akankah Harsa menyadari seseorang itu pada kehidupannya?
All Rights Reserved
Sign up to add EXIST | LHC to your library and receive updates
or
#539oc
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓ cover
A Life to Remember cover
After Meet You  cover
Karakter Sampingan (Haechan) cover
Between | 《Chanyeol Jaehyun Haechan》 ✔ cover
Sandyakala | Haechan  cover
[✔] Bittersweet : Jaemin cover
Iluminasi  cover
All about you cover

Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓

15 parts Complete

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."