MELVANIA

MELVANIA

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 31, 2023
FOLLOW SEBELUM MEMBACA👍 "Kalo Lo dibully jangan diam aja, laki kan Lo ? lawan dong. Badan doang gede ternyata mental Tahu," - ujar seorang Gadis berkacak pinggang "Maaf udah ngerepotin dan terimakasih," ujar lelaki seraya menundukkan kepalanya. Gadis itu hanya memberikan anggukan kepala sebagai respon dan segera berlalu dari tempat itu. "Lo akan jadi milik Gue Zeva. Gue gak akan biarin lelaki manapun yang mendekati lo," ujar seorang lelaki dengan tatapan tajamnya. ********************************* "Jika suatu saat aku ingin pergi apa kamu mengizinkannya??" "Tidak. Karna apa yang sudah aku miliki tidak akan mudah untuk aku lepaskan." "Tapi bagaimana jika takdir yang memisahkan kita??" "Jasa santet banyak sayang," gadis itu mendengus sebal mendengar tutur kata cowok dihadapannya ini.
All Rights Reserved
#844
17
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Bagaimana hari ini? (END)
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • RAISEN
  • HaluNatasha
  • Twilight and Memories [TERBIT]✓
  • Weird Wedding ✓
  • about us and him ✔️
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Darrel My Bad Husband [Terbit]

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines