Salju Musim Panas

Salju Musim Panas

  • WpView
    OKUNANLAR 148
  • WpVote
    Oylar 10
  • WpPart
    Bölümler 11
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Pzt, Ağu 30, 2021
[ON GOING] [Romansa,Remaja] [Tokoh Dalam Cerita Hanya untuk Membantu anda Lebih Mudah dalam Berimajinasi, Tidak Ada sangkut pautnya dengan Dunia nyata.] ___________ "Jatuh Cinta, sakit. tentu saja.! Maka dari itu jangan jatuh....," "Udah aahh... Ayok bangun" "Bangun Gimana Lagi sih Orang ini udah berdiri jugak" Edellyn Bingung Dengan Pria di depannya ini, apa dia punya penyakit katarak. lantas ia tidak melihat edellyn yang sedari tadi sudah berdiri.,? "Ayo bangun., Bangun rumah tangga sama Gue" Deghh...... __________ Hy hy Salam Kenal Dari aku... ~~~~ Di tulis pada : 21-juli-2021 11-Hijriah-1442
Tüm hakları saklıdır
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • F A K E ? [End]
  • An unexpected meeting
  • 00.00
  • Rintik Hujan
  • Love & Lost
  • Adeline
  • MY BABY BOYFIE [END]
  • SKALETTA [END]
  • ALVIVA (END)

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi