Aksara Amerta

Aksara Amerta

  • WpView
    LECTURAS 254
  • WpVote
    Votos 31
  • WpPart
    Partes 14
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, oct 6, 2021
Blubr: Tuhan mempertemukan kita di sini, semoga Tuhan juga menyatukan kita di hati. Aksara Amerta, ini adalah sekumpulan lembar karya berupa puisi dan catatan biasa yang ditulis oleh seorang introvert kelas bawah. Merasa menjadi beban keluarga, akhirnya ia mencurahkan segala keresahan hati melalui puisi-puisi dan tulisan-tulisan yang harapnya akan abadi. Semoga ini bisa menemani hari-harimu yang sendiri atau berdua dengan seorang yang kau sebut kekasih walau nyatanya ia hanya hadir untuk beberapa hari. Selain menikmati puisi, aku dan teman-temanku juga memberikan jepretan kami untuk memperlihatkan pada kalian jika kita hanya satu dari banyaknya ciptaan Tuhan. Terimakasih, selamat membaca utaian kata-kata biasa dari seorang nan padai tertawa untuk menutup semua luka. #Sins_stry #Lembarkarya #Sins_qts
Todos los derechos reservados
#22
sins
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • [2] Asa dalam Rasa | ✔
  • JAM 3 SORE
  • SUARA TINTA (Selesai)
  • AgniaDiary's
  • Indonesian Poetry
  • Vous Me Voyez? ✔️
  • QUOTES TOGETHER #LSC(1)
  • Aksara Tak Bertuan
  • Catatan hujan - "Quote&Poetry"
  • Setelah Langit Berbisik

Highest rank #1 berpuisi (11/06/2022) #1 pecintasastra (10/06/2020) #1 wattpadpoetry (07/06/2020) #1 puisiindonesia (08/06/2022) #3 sajak (08/06/2022) #4 poetry (11/06/2022) #4 sastraindonesia (09/10/2020) #5 syair (08/06/2022) #6 favorit (10/06/2020) #6 asa (14/10/2020) #6 quote (11/06/2022) #6 nonfiction (11/06/2022) #35 puisi (20/11/2020) #80 nonfiksi (11/06/2022) #341 indonesiamembaca (07/10/2024) "Kenapa?" Aku hanya menggeleng. Seketika burung-burung yang terbang, awan yang terseret angin, serta dedaunan yang jatuh seakan berhenti. Kamu tersenyum, "kita." "Kita." Mungkin aku hanya berharap kata itu tidak sekadar menjadi harapan, tapi menjadi kenyataan. Masih. Kisah kita belum berakhir. *** Sekumpulan puisi dan sastra yang lagi-lagi membahas kisah romansa nan klasik. Biarlah kisah kita menjadi ceritanya tersendiri. Sebab dalam romansa kita menemukan rasa. Dan dalam rasa, kita menemukan asa-asa yang mencari peraduannya. Seri Dua dari antologi puisi Rasa dalam Asa ©2020

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido