SENANDIKA RASA

SENANDIKA RASA

  • WpView
    LECTURES 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., avr. 13, 2022
Wanita cantik dengan dres selutut itu mulai khawatir, panggilan telepon yang tersambung sejak tadi ke nomor suaminya tak kunjung dijawab. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan, tetapi lelaki yang ia cari tetap tak tampak batang hidungnya. Ia mengulangi panggilan teleponnya untuk ke sekian kali, tetap saja tak diangkat. 'Jangan-jangan ....' Wanita berkulit putih bersih itu bersenandika. Ia mulai curiga. Dialihkannya pandangan ke sebelah kiri, matanya tertuju pada salah satu kursi yang mengelilingi meja bundar tempat duduk perempuan berhijab yang tadi baru berkenalan dengannya. 'Benar saja! Perempuan itu juga tidak ada di sana.' (Yang mau ikutan waiting list novelnya, bisa wapri ke 085269826985)
Tous Droits Réservés
#124
first
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Positif Cuek 100% (SELESAI)
  • Jodoh di tangan mama ✔
  • IAN
  • Dendam Dan Cinta
  • #2 Seven Sunday Season
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Okay, Boss! (SELESAI)
  • The Return Of First Love
  • KERLIP BINTANG CINTA

Pernah mencintai kakak dari sahabat sendiri? Pernah. Pernah menyatakan cinta? Pernah juga. Apakah diterima? Jelas tidak. Nasib Cia begitu menyedihkan saat cinta pertamanya menolak perasaannya. Kenyataan pahit itu membuatnya pergi untuk melupakan segalanya. Setelah bertahun-tahun lari, takdir seolah datang untuk mempermainkannya. Kondisi yang mendesak membuat Cia harus menerima kenyataan jika ia akan bekerja dengan Agam Mahawira, pria yang menjadi cinta pertama sekaligus pusat traumanya. Apakah pria itu masih sama? Tentu tidak. Seorang Agam Mahawira telah berubah, berubah menjadi lebih menyebalkan tentu saja. "Sudah punya pacar?" tanya Agam. "Privasi, Pak," jawab Cia "Ternyata belum. Kalau gitu saya ada tugas baru buat kamu." "Tugas apa lagi, sih, Pak?" tanyanya kesal. "Jadi pacar saya." *** Viallynn

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu