Story cover for Go To Smile  by Rarahma340
Go To Smile
  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 24
  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 24
Ongoing, First published Jul 22, 2021
" Kenyangg... " ucap gita menyenderkan punggung kekursi dan mengelus perut nya. 

Juan mengelus puncak rambut gita, " mau pulang? " tanya juan.

Gita menggeleng, " masi mau jajan " ujar gita dengan suara mendayu. 

Juan terkekeh geli melihat gita yang sedang bermanja padanya, "emng duitnya masih ada? " tanya juan

" kan pake duitnya juan " ucap gita polos tanpa dosa.

Juan terkekeh ingin sekali dirinya memiliki gita seutuhnya, " udh sore git " ujar juan memperingati. 

Juan terlalu takut jika sampai larut membawa gita pergi, sebab ia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri jika dengan gita, ia takut hal yang tidak-tidak terjadi pada gita karena ulahnya, " pulang yaa.. " pinta juan sambil membenarkan rambut gita yang berantakan. 

Gita mengangguk lesuh, " tapi beli jajann yaa? " tanya gita dengan raut inginnya. 








Cerita ini diikutsertakan dalam writing project kimbah pubhliser.
All Rights Reserved
Sign up to add Go To Smile to your library and receive updates
or
#624manja
Content Guidelines
You may also like
SENJA DI PUNCAK TANGKILING by Chaterine0202
2 parts Complete Mature
"Jangan menatapku". Abrar masih dengan mata terpejam "Kenapa ?" " Nanti kau bisa lupa pada pacar mu". "Pfffffpfffff" Awinda mengantupkan kedua bibirnya mencegahnya tertawa lebar. "Kau benar ". " Jadi kau sudah punya pacar". " Kau mengintrogasi ku ". Kini Awinda membalasnya. Abrar menelan Salivanya. Terdiam dalam senyapnya. Ia tak ingin melanjutkan pertanyaan apapun. Karena jika ia banyak tahu kenyataan, maka bisa jadi hal - hal pahit yang akan ia dapatkan. Hidup mengajarkannya untuk sering menerima kenyataan pahit ketimbang mengharapkan sesuatu yang ternyata hanya sebatas angan dan impian. "Cepat tidur". "Belum mengantuk" sahutnya cepat. " Kenapa kau biarkan aku mengambil baju dan celana mu padahal kamu punya tenda ini. ? Bodoh ". " Ambil lah apapun yang kau mau dari ku". " Sejak kapan kau menjadi buaya ? " " Setelah masuk kedalam lubang tanah dan bertemu ratu buaya ". Awinda mencubit perut Abrar. Sehingga ia menggelinjang nyeri dan meminta ampun. Ia meraih tangan Awinda dari perutnya dan meletakkannya didadanya. " Tidurlah, ini peringatan ku yang terakhir". Perlakuan Abrar membuatnya meringis, kini Abrar juga mulai mengamcamnya. Berusaha memejamkan mata dan perasaan hangat itu kembali menjalar ulu hatinya. Ia kesulitan untuk menarik nafas namun ia mencoba menghirup udara lewat mulutnya lalu mengeluarkan kembali perlahan. " Kau kedinginan ? " Abrar membuka suara, " Hmmm " "Kau bisa terkena hipotermia dan sulit bernafas".
Lembayung Cinta di Langit Senja (Terbit Self Publishing) by ashen_vaillant
35 parts Ongoing
🌅 Siapakah sebenarnya Anieza di hidup Zayyid? Klik Follow dan beri ⭐️ untuk tahu kelanjutan kisahnya. Cerita ini bisa bikin kamu percaya lagi sama cinta. "Berapa kali hati harus ditolak, sebelum akhirnya menyerah untuk percaya pada cinta?" Zayyid punya jawabannya-tapi hidup ternyata belum selesai menulis kisahnya. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ Zayyid, mahasiswa semester lima yang selalu ceria, diam-diam menyimpan luka dari cinta-cinta yang tak pernah berbalas. Setiap rasa yang ia berikan, selalu berujung pada penolakan. Di balik tawa dan kegemarannya membaca buku, ada hati yang mulai tak percaya lagi pada cinta. Namun segalanya mulai berubah ketika ia memutuskan untuk memperbaiki dirinya-bergabung dengan Senat Mahasiswa, dan hingga akhirnya terpilih mengikuti program PPL & KKN Internasional ke Kamboja. Di negeri orang, Zayyid menempa harapan dan jati diri. Tapi siapa sangka, di tengah langit senja yang menghangatkan Phnom Penh, ia bertemu Anieza-wanita muslimah berparas teduh dan kecerdasan memikat. Sebuah pertemuan tak sengaja di kafe langganan menjadi titik balik. Apakah Anieza hanya sekadar persinggahan? Ataukah ia jawaban atas doa-doa sunyi Zayyid selama ini? Cinta, luka, dan harapan bertaut di bawah langit senja. Apakah hati yang patah bisa tumbuh kembali? 📌 Hei kamu, iya kamu yang lagi baca~ Cerita ini 100% dari hati dan pikiran penulis, jadi jangan asal copas ya! Yuk, hargai karya orisinal ✨
You may also like
Slide 1 of 10
SENJA DI PUNCAK TANGKILING cover
Sergio | Haechan cover
Semesta Sementara cover
OUR FAMILY [SJY&KMJ] cover
Kisah Kasih Gelisah ㅡ [COMPLETED] cover
POLARIS cover
GUNFA cover
Lembayung Cinta di Langit Senja (Terbit Self Publishing) cover
ELGITA  (TERBIT) cover
Na & Liu cover

SENJA DI PUNCAK TANGKILING

2 parts Complete Mature

"Jangan menatapku". Abrar masih dengan mata terpejam "Kenapa ?" " Nanti kau bisa lupa pada pacar mu". "Pfffffpfffff" Awinda mengantupkan kedua bibirnya mencegahnya tertawa lebar. "Kau benar ". " Jadi kau sudah punya pacar". " Kau mengintrogasi ku ". Kini Awinda membalasnya. Abrar menelan Salivanya. Terdiam dalam senyapnya. Ia tak ingin melanjutkan pertanyaan apapun. Karena jika ia banyak tahu kenyataan, maka bisa jadi hal - hal pahit yang akan ia dapatkan. Hidup mengajarkannya untuk sering menerima kenyataan pahit ketimbang mengharapkan sesuatu yang ternyata hanya sebatas angan dan impian. "Cepat tidur". "Belum mengantuk" sahutnya cepat. " Kenapa kau biarkan aku mengambil baju dan celana mu padahal kamu punya tenda ini. ? Bodoh ". " Ambil lah apapun yang kau mau dari ku". " Sejak kapan kau menjadi buaya ? " " Setelah masuk kedalam lubang tanah dan bertemu ratu buaya ". Awinda mencubit perut Abrar. Sehingga ia menggelinjang nyeri dan meminta ampun. Ia meraih tangan Awinda dari perutnya dan meletakkannya didadanya. " Tidurlah, ini peringatan ku yang terakhir". Perlakuan Abrar membuatnya meringis, kini Abrar juga mulai mengamcamnya. Berusaha memejamkan mata dan perasaan hangat itu kembali menjalar ulu hatinya. Ia kesulitan untuk menarik nafas namun ia mencoba menghirup udara lewat mulutnya lalu mengeluarkan kembali perlahan. " Kau kedinginan ? " Abrar membuka suara, " Hmmm " "Kau bisa terkena hipotermia dan sulit bernafas".