A D E L I A

A D E L I A

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 26, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Adelia, perempuan berusia 18 tahun. Ia mempunyai masalah hidup yang rumit. Dia ingin kembali ke masa kanak-kanaknya, karena masa dewasa nya kurang mengasikkan. Dimana di masa dewasanya kini ia harus lebih kuat lagi untuk menjalani hidupnya, karena beban yang semakin besar dan berat. Waktu kecil ia sering melihat orangtuanya bertengkar, karena itu ia mempunyai tekad yang kuat agar membahagiakan kedua orangtuanya. Dengan kepintarannya dan segala keterbatasan hidupnya dia mampu bersekolah dengan baik dan selalu mendapat urutan peringkat. Hanya itu yang bisa dia banggakan ke orangtuanya. Dan diumurnya yang sekarang ini dia harus kehilangan semangat itu, sebab seseorang yang mematahkan hatinya dan membuat hancur apa yang ia rencanakan jauh-jauh hari. Ia harus kembali menata hatinya dan berusaha menghilangkan perasaan sakit itu hingga ia menemukan kembali seseorang yang memahaminya. 'Jika aku bisa memilih takdir, aku berharap bisa mendapatkan keluarga yang harmonis. Tapi itu semua kehendak Allah, kita hanya hamba-Nya yang di uji dan melalui proses yang panjang' ADELIA
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MEMELUK LUKA [END]
  • Look At Here (Slow Update)
  • ADELIO
  • Transmigrasi Amora L²
  • Cahaya Dari Luka
  • Alisa's Story
  • Pergi Untuk Kembali (SLOW UPDATE)
  • KEISTIMEWAAN ADEL (SELESAI)
  • Alur Kehidupan [REVISI]

Menjadi anak terakhir sekaligus satu-satunya perempuan dalam keluarga memang tidak mudah bagi Alea. Sejak kecil, ia tumbuh dengan beban yang diam-diam menghantuinya-beban harapan besar yang diletakkan di pundaknya oleh orang tua dan kakaknya. Mereka melihatnya sebagai harapan terakhir keluarga, seseorang yang harus bisa melampaui pencapaian ayah, bunda, dan abangnya. Ekspektasi itu begitu tinggi hingga terkadang membuat Alea merasa sesak. Setiap langkah yang ia ambil seolah diawasi, setiap keputusan yang ia buat harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak mengecewakan mereka. Ia harus menjadi lebih baik, lebih sukses, lebih segalanya. Namun, di balik semua itu, ada ketakutan yang terus menghantuinya yaitu kegagalan, takut mengecewakan, takut tidak menjadi seperti yang mereka harapkan. Terlalu sering ia memilih diam daripada mengungkapkan perasaannya. Luka-luka yang ia terima tidak selalu tampak di permukaan, tetapi mengendap jauh di dalam hati. Ia belajar untuk menyembunyikan lelahnya, menyimpan resahnya sendiri, dan terus berusaha sekuat mungkin untuk menjadi versi terbaik yang diinginkan keluarganya. #1 Melawanrestu #1 Anakterakhir #2 Bedakeyakinan #2 Alea #2 Pendidikan

More details
WpActionLinkContent Guidelines