Persimpangan [Turn Grey]

Persimpangan [Turn Grey]

  • WpView
    LECTURAS 60
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jun 20, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
written by : nail1707 Lahir dan hidup dari keluarga yang berantakan membuat Rimba selalu mempertanyakan apa arti rumah. Laki-laki yang sejak dulu memiliki mimpi untuk bisa melanjutkan kisah petualangan ayahnya yang harus selesai sebelum menjamah puncak Carstenzs Pyramid. Selain itu, ia juga ingin memecahkan tanda tanya besar mengenai kematian ayahnya yang begitu tidak masuk akal. Rengganis. Sahabat Rimba sejak kecil. Gadis yang selalu bertekad memperjuangkan impiannya meski terlihat mustahil. Termasuk impiannya untuk menuntaskan wishlist petualangannya ke seluruh pelosok negeri. Ini kisah tentang dua petualang yang sejak dulu bermimpi bisa menjelajah Indonesia. Dua petualang yang saling mencintai namun label persahabatan membuat keduanya tidak pernah mengetahui perasaan satu sama lain. Apalagi perbedaan agama membuat keduanya seperti berada di sebuah jembatan yang rapuh. Ini kisah tentang dua petualang yang mampu mendaki gunung sampai puncak. Namun harus pulang melewati persimpangan jalur yang berbeda. instagram : @nailissaa___ Mungkinkah persimpangan jalur yang berbeda itu memiliki ujung yang sama? Mungkinkah takdir mampu menyatukan keduanya?
Todos los derechos reservados
#5
rengganis
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Eliinaa
  • Prambanan Obsession (END)
  • The Elements
  • Faith
  • Jangan Bermain Cinta dengan Mapala
  • Adrian S1- And Rise of The Tale(ON EDIT KE-3 Kali)
  • Serendipity
  • Jiwa Raga (✔)
  • RENJANA⚜ ✔
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido