Nol, definisi [ONGOING]

Nol, definisi [ONGOING]

  • WpView
    LECTURAS 265
  • WpVote
    Votos 22
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, jul 30, 2022
WpInfo
Fanfic
Seventeen
Asa tidak pernah menyukai pagi, Baginya pagi adalah salah satu hal paling membosankan yang ada dihidupnya. Namun jika dia tidak melewatinya dengan baik maka dia tidak akan bisa menyelesaikan harapannya sesegera mungkin. Asa tahu jika ia terus mengabaikan harapannya maka semuanya akan lebih mudah, tapi ia semakin tidak menyadari bahwa harapan itu akan semakin menyakitinya. Gibran telah mengudara terlalu tinggi, hingga ia lupa untuk bersyukur atas adanya daratan sebagai tempatnya pulang. Ia tidak suka pulang, baginya pulang hanya membuat kembali rasa sakit yang seharusnya hilang saat perjalanan. Dia sadar, jika dia sudah tidak punya rumah lagi untuk kembali karena sudah terlalu jauh pergi. Argha punya banyak hal yang ia sembunyikan di balik tawanya, mulai dari bahagia hingga luka, ia memiliki segalaya. Ia lupa bahwa rasa itu selalu ada dan tumbuh dengan hangat didalam hatinya, dan ia sadar ada dinding yang terlalu tinggi untuk dia lewati dan ia pikir lebih baik untuk tetap dibalik dinding daripada menerobos untuk membuat lebih banyak luka. Dunia bagi mereka ibarat bilangan nol, tak terdefinisi. Tapi mereka masih ingin mencari definisi eksistensi mereka, karena mereka ingin mensyukuri apa yang menjadi tujuan dalam kehidupan mereka masing masing.
Todos los derechos reservados
#249
jeonwonwoo
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ELEGI ANGKASA
  • Di Balik Bayang Asa
  • Dalam Diam, Aku Pamit {Terbit}
  • Well, You Said It Was Over [Jeon Wonwoo]
  • Antara Dendam dan Cinta
  • If you leave take my heart too [ Pp&Jd ]
  • Dibawah Langit Yang Retak (joongpond)
  • Tentang Kita || JOSHUA x JEONGHAN
  • Misunderstanding (HIATUS) | Jeon Wonwoo (전원우)

[Telah Terbit] Angkasa Bagaspati, dosen Perancangan Mesin sekaligus Teknisi Pesawat Terbang itu masih terjebak dalam kilasan masa lalunya yang dia anggap sebagai bentuk kegagalan terbesar pada sejarah kehidupannya. Untuk sekarang, Angkasa hanya ingin menjadi angkasa, menjadi sesuatu yang mampu menjaga dan melindungi semestanya dari segala marabahaya; menjaga putri satu-satunya, Helena Bagaspati yang lebih berharga dari apapun yang pernah ada di alam dunia. Bian Naraputra, Teknisi Tentara Angkatan Udara berpangkat Kapten ini sepertinya telah bertemu dengan tujuan kenapa ia dilahirkan ke muka bumi ini. Pada diri Kanala Gianita, Bian menemui sebuah dunia baru yang harus dia lindungi dengan sepenuh jiwa dari gelapnya sesuatu yang dinamakan dengan angkasa. Dia ingin menjadi langit, dia ingin menjadi tameng bagi dunia supaya tidak terhantam apapun yang datang dari luar galaksi sana. Ketiganya dipertemukan dalam lingkaran kebetulan yang menjebak mereka pada sebuah garis takdir satu jalan. Banyak sekali hal yang membuat pertemuan mereka semakin terasa istimewa dan telah direncanakan Tuhan sejak dulu kala. Angkasa tidak hanya soal lelaki yang memegang lakon didalam cerita, lebih dari itu, Angkasa adalah segala bentuk perjuangan, keihklasan, perasaan saling menguatkan, dan hal-hal lain yang mungkin hanya dapat ditemui dalam perputaran alam semesta. ------------------------------------------------------------------- "Kamu mau tau gak kenapa nama saya Angkasa? Soalnya amarhum orang tua saya mau saya menjadi bagian dari angkasa yang menyelamatkan dunia dan mencegah segala sesuatu yang buruk agar tidak menimpa dunia." - Angkasa "Sejauh apapun Bian mengudara, Bian gak boleh lupa kalau Bian harus tetap pulang. Kesini, ke Nala, rumah Bian." - Kanala "Jangan ke angkasa, kamu di batas cakrawala aja. Angkasa itu gelap meski punya banyak bintang, sementara aku bisa tetap terang dan memastikan kamu aman dalam setiap detik yang kamu lewati." - Bian

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido