Story cover for PAMIT by ayudewiasn
PAMIT
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jul 22, 2021
Ayu adalah anak pertama dari dua bersaudara. Ayahnya sedang sakit komplikasi dimana harus benar-benar menjaga pola makannya. Suatu hari Ayahnya ingin minum minuman isotonic tetapi dilarang oleh Ayu dan keluarganya karena minuman tersebut sangat berbahaya. Keesokan hari, Ayahnya berangkat ke Lab untuk melakukan check up tubuh. Hasil telah keluar dan dokter menyatakan sang ayah terkena kanker usus. Ayu dan keluarganya ingin membawa sang ayah pergi ke rumah sakit agar segera mendapatkan perawatan. Tetapi, sang ayah tidak ingin karena takut akan mempersulit anak dan istrinya. Sang ayah ingin di rawat di rumah sakit yang dekat dengan rumah. Ayu dan keluarganya tidak setuju karena tahu bahwa fasilitas kesehatan di sana tidak memadai, tetapi Ayahnya tetap ingin di rawat disana. Setelah menjalani perawatan, sang ayah telah meninggal dunia di rumah sakit. Ayu sangat terpukul, terutama Adik Ayu. Ayu hanya bisa menahan tangis ketika melihat jenazah sang ayah dan melihat kondisi Adiknya yang menangis tidak terima di tinggal sang ayah.

Basic: True Story
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add PAMIT to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Juan [REVISI] cover
Dinikahin ayah tiriku[21+]{Slow Update} cover
The Other Me (on going) cover
psychologycal cover
Rumah Tanpa Pintu [ON GOING] cover
DELAYED HOME (RUMAH TERTUNDA PT.2) cover
PROBLEM || KIM SUNOO (REVISI)  cover
HanHan's Diary [END] cover
Jangan Pergi [TERBIT] cover

Juan [REVISI]

1 part Complete

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.