Luna - [On Going]

Luna - [On Going]

  • WpView
    Reads 135
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 25, 2021
"Mencintaimu adalah keyakinanku sampai saat ini, kamu yang terang dan hangat menarik dirikku dari tempatku yang dingin, tapi apakah kamu juga tau akan kehadiranku?" - kataku kala hujan itu. Namaku Mahardika, diliputi kehampaan karena perseteruan keluarga, aku pernah mencoba bunuh diri di umurku yang 12 tahun. Meski gagal melakukannya, aku menemukan dia di perasaan yang sedang putus asa. Dia adalah luna, berparas cantik yang tidak ada duanya. Dipertemukan kembali saat usia remaja, kami mulai menjalin ikatan yang pernah terkubur lama. Akan tetapi dunia tidak mengizinkannya. Aku meninggal, disaat kita memutuskan untuk hidup bersama. Apakah Luna masih mencintaiku, meski dunia tidak lagi bisa membuat kita satu? Apakah Luna masih mengingat janjinya? Simak yuk, ceritanya -
All Rights Reserved
#38
duadunia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HATRED [On Going]
  • Everything
  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • BONANZA [Completed]
  • Restu Tuhan
  • DikaRanggi
  • Cahaya [COMPLETED]
  • Dalam Rintik yang Sama

[Sebagian part di privat. Harap follow dulu kalau mau baca.] Benci? Membenci? Kebencian? Entah ada apa dengan diriku, membenci gadis tak bersalah karena alasan masa lalu. bahkan, masalalu yang tak ada sangkut pautnya dengan dia. Perkataan dan perlakuanku padanya mampu membuat gadis itu jatuh terperosok kedalam luka. Namun, Seiring berjalannya waktu, perilaku kasar dan rasa benci padanya, berubah menjadi rasa ingin selalu melindunginya. Tapi, ketika masa lalu tengah kembali, keegoisan selalu memegang kendali atas kerja otakku. Sehingga membuat rasa peduli dan perasaan aneh ini... lenyap begitu saja. Lantas, siapa yang merasa tersakiti disini? Almira? Tentu saja! -Haruno Altair Wijaya Airmata? Rasa sakit? Kecewa? Sudah sangat biasa bagiku. Terjebak didalam rumah mewah bagai istana, bak neraka dunia bagiku. Aku gadis bodoh, yang menjadi pihak yang selalu disalahkan. Gadis bodoh, yang mencintai orang yang membenciku. Gadis bodoh, yang masih bertahan karena alasan cinta? Tapi, cinta tidak akan menyakiti sejauh ini, bukan? Lantas, jika ini ujian, maka aku tak akan pernah lari, walau aku mampu sekalipun. -Almira Pradita Parasayu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines