Luna - [On Going]

Luna - [On Going]

  • WpView
    Reads 138
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 25, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Mencintaimu adalah keyakinanku sampai saat ini, kamu yang terang dan hangat menarik dirikku dari tempatku yang dingin, tapi apakah kamu juga tau akan kehadiranku?" - kataku kala hujan itu. Namaku Mahardika, diliputi kehampaan karena perseteruan keluarga, aku pernah mencoba bunuh diri di umurku yang 12 tahun. Meski gagal melakukannya, aku menemukan dia di perasaan yang sedang putus asa. Dia adalah luna, berparas cantik yang tidak ada duanya. Dipertemukan kembali saat usia remaja, kami mulai menjalin ikatan yang pernah terkubur lama. Akan tetapi dunia tidak mengizinkannya. Aku meninggal, disaat kita memutuskan untuk hidup bersama. Apakah Luna masih mencintaiku, meski dunia tidak lagi bisa membuat kita satu? Apakah Luna masih mengingat janjinya? Simak yuk, ceritanya -
All Rights Reserved
#272
flashback
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • BETWEEN
  • Memories in Moon
  • HATRED [On Going]
  • Dalam Rintik yang Sama
  • BAD GOOD FATHER (END)
  • GRIZELLE [Completed]
  • Our Tragedy
  • DISA | broken
  • Everything

Aku lupa sudah beberapa aku jatuh bersama angin yang kuat, bahkan hingga petir menyambar. Apa mungkin aku diciptakan sendiri? Kenapa Tuhan menghapus sedikit demi sedikit kebahagianku? Kenapa Tuhan tak menghilangkan rasaku saja, rasa yang selalu orang anggap manis namun ternyata beda apa yang aku rasakan, terlalu pahit. Rasa Cinta Terkadang rasa cinta tidak perlu alasan, kenapa rasa ingin meninggalkan begitu harus memiliki alasan aku tidak tahu jalan cerita cinta ini, cinta bagaikan teka-teki yang sulit untukku mengerti. Bagaimana aku bisa melihat dua orang yang benar-benar aku sayangi begitu menepati janjinya, janji untuk menjadi pawangku. Disaat badai itu datang dia benar-benar ada, jika yang disamping melukai yang belakang menguatkanku. Yang di belakang melukai yang disamping menguatkanku. Aku benar-benar bingung untuk melakukan apa, disaat seperti ini aku benar-benar tidak tahu yang harus aku lakukan. Aku melamun di jendela kamar melihat dua pohon yang setiap hari semakin tinggi. Pohon yang penuh kenangan. Ragaku disini tapi tidak dengan pikirkanku. Aku memikirkan kejadian yang mana dua pawangku berkelahi. Aku benar-benar ingin melerainya saat itu tapi niat aku urungkan karena orang-orang yang mencintai mereka berada tepat di sampingku, Aku begitu khawatir saat mereka adu jotos, aku tidak tahu yang di permasalahan apa. Aku ingin bercerita, bahwa aku pernah kehilangan lelaki yang aku pertahankan hingga beberapa tahun lamanya. Aku juga kehilangan satu nyawa laki-laki yang menjadi pawangku. Dan apa itu tidak cukup? Dan semua telah berubah semenjak hari itu, hari dimanakah semua hilang terbawa derasnya hujan. Aku ingin kembali seperti semula, berharap ada seseorang yang mengubahku tanpa pamrih. Aku sangat berharap. -Rainee Wijaya-

More details
WpActionLinkContent Guidelines