RENJANA
  • WpView
    LECTURAS 57
  • WpVote
    Votos 13
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, ago 18, 2021
Jika bisa memilih, Alona tidak ingin terlahir dalam keadaan jantung lemah. Bukan karena tidak bersyukur pada takdir, tapi ia tidak ingin menjadi sebab atas jatuhnya air mata apalagi menjadi sebab rasa benci orang lain. Oleh karena itu, ia tertekad untuk menjalani hidup seolah tidak terjadi apa-apa pada dirinya dan tetap menjadi perempuan yang ceria. Ia memutuskan untuk kuat dan berdamai dengan keadaan, juga dengan dirinya sendiri. Namun, tekadnya berkali-kali dipatahkan oleh kenyataan pahit yang kerap kali ia lalui. Keadaan semakin memburuk ketika lelaki yang ia cintai adalah orang yang sama dengan yang didambakan oleh kakaknya. Lantas apakah Alona mampu bertahan? Apakah kakaknya akan sadar dan berhenti membenci Alona atau malah sebaliknya?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • MEMELUK LUKA [END]
  • LIFE LINE | Of Blood, Love, and Loyalty
  • Wounds And Their Cures || Starpalmz
  • hati yang tak pernah di pilih [END]
  • Embrace again, Arnan
  • Riuh Dalam Sunyi
  • Alena Zealinne Artharendra

Menjadi anak terakhir sekaligus satu-satunya perempuan dalam keluarga memang tidak mudah bagi Alea. Sejak kecil, ia tumbuh dengan beban yang diam-diam menghantuinya-beban harapan besar yang diletakkan di pundaknya oleh orang tua dan kakaknya. Mereka melihatnya sebagai harapan terakhir keluarga, seseorang yang harus bisa melampaui pencapaian ayah, bunda, dan abangnya. Ekspektasi itu begitu tinggi hingga terkadang membuat Alea merasa sesak. Setiap langkah yang ia ambil seolah diawasi, setiap keputusan yang ia buat harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak mengecewakan mereka. Ia harus menjadi lebih baik, lebih sukses, lebih segalanya. Namun, di balik semua itu, ada ketakutan yang terus menghantuinya yaitu kegagalan, takut mengecewakan, takut tidak menjadi seperti yang mereka harapkan. Terlalu sering ia memilih diam daripada mengungkapkan perasaannya. Luka-luka yang ia terima tidak selalu tampak di permukaan, tetapi mengendap jauh di dalam hati. Ia belajar untuk menyembunyikan lelahnya, menyimpan resahnya sendiri, dan terus berusaha sekuat mungkin untuk menjadi versi terbaik yang diinginkan keluarganya. #1 Melawanrestu #1 Anakterakhir #2 Bedakeyakinan #2 Alea #2 Pendidikan

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido