RENJANA
  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 18, 2021
Jika bisa memilih, Alona tidak ingin terlahir dalam keadaan jantung lemah. Bukan karena tidak bersyukur pada takdir, tapi ia tidak ingin menjadi sebab atas jatuhnya air mata apalagi menjadi sebab rasa benci orang lain. Oleh karena itu, ia tertekad untuk menjalani hidup seolah tidak terjadi apa-apa pada dirinya dan tetap menjadi perempuan yang ceria. Ia memutuskan untuk kuat dan berdamai dengan keadaan, juga dengan dirinya sendiri. Namun, tekadnya berkali-kali dipatahkan oleh kenyataan pahit yang kerap kali ia lalui. Keadaan semakin memburuk ketika lelaki yang ia cintai adalah orang yang sama dengan yang didambakan oleh kakaknya. Lantas apakah Alona mampu bertahan? Apakah kakaknya akan sadar dan berhenti membenci Alona atau malah sebaliknya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Silence In Their Minds
  • hati yang tak pernah di pilih [END]
  • WISHES.
  • Alena Zealinne Artharendra
  • Puing luka
  • Aruna to Anastasya
  • A L U N A [END]
  • Riuh Dalam Sunyi
  • Wounds And Their Cures || Starpalmz

--- Azellea selalu terlihat ceria. Senyumnya sehangat matahari pagi, tawanya seperti lagu yang menenangkan. Di sekolah, ia dikenal sebagai gadis yang ramah, penuh semangat, dan selalu membuat orang lain nyaman berada di sekitarnya. Namun di balik semua itu, tersembunyi luka-luka yang tak pernah ia tunjukkan. Dari rumah yang tak lagi terasa seperti rumah, dari pertemanan yang menyisakan pengkhianatan, hingga cinta pertama yang justru meninggalkan jejak paling perih. Azellea menyembunyikan segalanya di balik senyum dan kata-kata positifnya. Karena baginya, menunjukkan kesedihan adalah tanda kelemahan. Dan menjadi kuat... adalah satu-satunya cara agar ia bisa bertahan. Tapi sekuat apa pun seseorang berpura-pura bahagia, luka yang tak diobati akan terus membesar. Sampai akhirnya, Azellea harus memilih: terus menjadi "baik-baik saja" atau mulai menyembuhkan dirinya yang sesungguhnya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines