Elevator gurl

Elevator gurl

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing12m
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 24, 2025
" Noah....ahhh " isang malalim na halik ang kanyang binitiwan sakin bibig na parang lulunurin ka sa sarap ng bawat hagod ng kanyang mga kamay saking buong katawan . at sabawat hagod ng mga kamay nya sa bawat sulok ng aking katawan ay ramdam na ramdam ko ng init ng kanyang palad. "hindi ko maintindihan ang sarili ng oras nayun dahil sa lahat na naging customer ko ay' sya lamang ang nakagawa sakin nito.. dahil sya lamang ang naka durog sakin ng husto. at sobra akong nasasaktan dahil ang isang mahalagang parte ng katawan ko ay' na ibigay ko lamang sa taong hindi ko kilala... sky alie DE GUZMAN !!!! NAKAKAHIYA KA!!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jun & Hana
  • FIRST LOVE
  • Your all my reason to live
  • TADHANA
  • PAMILYA DE GUZMAN: THE PBB COLLAB
  • ANG MAGKABILANG MUNDO NAMIN NI ALEJA
  • THE WAY YOU SEE ME
  • Now And Forever - Laurice Del Rio
  • Marriage Contract

"Hello, ada orang di sana?" Hana membuka suara. Tatapan matanya waspada menyapu seluruh sudut halaman rumah tersebut. Hingga akhirnya, ia merasakan seseorang menyentuh pundaknya. Reflek, perempuan itu memanfaatkan keahliannya dalam Judo hingga ia bisa menarik lengan tersebut dan dengan satu gerakan ia membanting tubuhnya. Bukk!! Sosok itu menghantam ke tanah. Dan segera terdengar erangan. Seorang pria tergeletak, meringis kesakitan. Kedua mata Hana mengerjap. Tatapan mereka terkunci sesaat. "Astaga, siapa kau? Kenapa kau masuk ke rumah orang tanpa permisi seperti pencuri?" Lelaki itu mengomel. Hana membelalak, otaknya yang cerdas segera menyadari bahwa akan ada kesalah pahaman di sini. "Oh, maaf. Aku kira ... kau...," ia beranjak mendekati pria tersebut dan berusaha membantunya berdiri. Namun pria itu menolak dan menepis tangannya dengan kasar, lalu bangkit.

More details
WpActionLinkContent Guidelines