Pemuda Terpilih

Pemuda Terpilih

  • WpView
    LECTURAS 350
  • WpVote
    Votos 15
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadConcluida lun, ago 2, 2021
Punya masa lalu yang buruk bukanlah suatu yang hina, tapi tak memilih jadi lebih baik, itulah kehinaan yang nyata. Manusia fitrahnya tak sempurna, maka kenapa kita harus sibuk dengan kurangnya manusia lain? Kitapun memilikinya bukan? Assalamualaikum. Selamat datang para pembaca. ini kumpulan cerpen karya syamzashmah. semoga berkenan membacanya. semoga banyak pelajaran yang bisa di ambil.
Todos los derechos reservados
#8
haidar
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Temani Jalanku Menuju Jannah-Nya
  • Cinta Tak Selamanya Abadi
  • CAHAYA DARI ALYSSA [Sudah Terbit]
  • Astagfirullah, Sabrina! (TERBIT)
  • Daur Ulang Hati
  • Wasis
  • ALIF (TERBIT)
  • Arah Yang Selaras Lagi Berpelangi
  • MAS WILDAN [END]
  • Short Story

Semua orang pasti punya masalalu tanpa adanya sebuah masalalu pastilah tidak akan ada pelajaran didalam hidupnya. Semua orang berhak berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari pribadi yang kemarin. Semua orang punya haknya masing-masing. Bersyukur lah untuk dirimu yang telah diberikan hidayah. Karena sejatinya hidayah itu mahal dan untuk orang yang Dia kehendaki saja. Seburuk apapun seseorang sangat dilarang untuk di hina dan direndahkan Bisa jadi sewaktu waktu Allah memberi hidayah pada seseorang untuk menjadi lebih baik Setiap orang pasti ada kelebihan dan kekurangan Setiap orang pasti ada keburukan dan kebaikan Tidak ada manusia yang sempurna baik agama dan akhlak di dunia ini kecuali Rasulullah "Untuk diriku berubah hanya untuk Allah semata, dan hanya mengharapkan ridho Allah semata" doa yang ia mantapkan dalam hatinya untuk menjadi muslimah sejati. Yaa dia adalah Zara afianiara, seorang gadis biasa yang memiliki masalalu yang kelam. Kepo? Yuk cek ceritanya:" Tertanda: Hani Oktafiana310

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido