We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pemuda Terpilih

Pemuda Terpilih

  • WpView
    Reads 351
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Mon, Aug 2, 2021
WpInfo
Fiction
Social Themes
Punya masa lalu yang buruk bukanlah suatu yang hina, tapi tak memilih jadi lebih baik, itulah kehinaan yang nyata. Manusia fitrahnya tak sempurna, maka kenapa kita harus sibuk dengan kurangnya manusia lain? Kitapun memilikinya bukan? Assalamualaikum. Selamat datang para pembaca. ini kumpulan cerpen karya syamzashmah. semoga berkenan membacanya. semoga banyak pelajaran yang bisa di ambil.
All Rights Reserved
#79
manusia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SENJA UNTUK ALESHA
  • Bersungut Sengau
  • Muallaq (End)
  • MAS WILDAN [END]
  • Goodbye Oppa!! Aku Memilih Sang Penciptaku (END)
  • Cinta Tak Selamanya Abadi
  • CAHAYA DARI ALYSSA [Sudah Terbit]
  • Gus, Suami Saya? (Selesai)
  • Arah Yang Selaras Lagi Berpelangi

Hai, namaku Alesha Zahrasyla. Sengaja ku tulis cerita ini untuk mengenang orang-orang berharga yang pernah ada di beberapa episode hidupku. Di episode pertama, kalian akan menemukan Jihan. Dia sahabatku. Dia humoris, humble, tapi terkadang karakternya tercipta dengan sedikit berlebihan. Di episode kedua, kalian akan menemukan seseorang yang sebenernya aku sangat menyayanginya, tetapi aku sangat bertolak belakang saat dia kembali lagi bersamaku, aku sangat kecewa kepadanya. Di episode ketiga, kalian akan menemukan sosok yang sangat aku cintai dan aku berharap bahwa dia dan aku akan saling mencintai lebih lama. Di episode terakhir, kalian akan menemukan sosok Alesha yang begitu kacau dan tak tau arah. Dan di situlah bagian dari cintanya muncul, meyakinkan bahwa dirinya harus tetap hidup dan tumbuh sebagai ungkapan syukur dari beberapa episode yang sempat ia kufuri kenikmatannya dari sang Pencipta. "Cinta itu tulus, tidak mengharap imbalan, juga tidak diperhitungkan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines