Teguh di Jalan-NYA Bersamanya

Teguh di Jalan-NYA Bersamanya

  • WpView
    Reads 2,367
  • WpVote
    Votes 1,563
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 1, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Deraa adalah gadis bercadar dan cantik yang di sukai oleh Inggat, seorang cowok yang ganteng dan kaya. Inggat yang memiliki sifat yang nakal memberanikan diri menembak Deraa. "Munggit saya mau berterus terang sama kamu, apa yang saya rasakan saat ini. Saya mau langsung to the point saja karena saya tidak pandai berkata-kata soal percintaan" Seluruh tubuh Deraa dingin seketika, ia terus mundur sampai akhirnya langkahnya di hentikan oleh kursi yang ada di belakangnya. Inggat kemudian melangkah lebih dekat dengan Deraa. Kemudian dia berlutut di hadapan Deraa memberikan setangkai bunga mawar yang cantik. "Bidadariku kamu mau gak jadi pacarku," ucap Inggat penuh harap. Deraa menghapus bekas air matanya, ia mencoba mengatur napasnya. "Jangan turuti nafsu! tanamkan dalam hati kamu iman yang kokoh, pacaran itu tidak perlu," tolak Deraa sambil menahan emosinya yang mulai memuncak. Inggat bangkit menatap Deraa yang berdiri di hadapannya itu. "Sebelum kamu melakukan apa yang sekarang kamu lakukan seharusnya kamu memahami terlebih dahulu makna 17:32" Alasan Deraa menolak Inggat bukan karena Inggat adalah anak orang kaya sedangkan dirinya hanyalah anak petani. Tetapi karena Deraa tidak mau melanggar perintah TUHANnya
All Rights Reserved
#75
ibadah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • AZALEA
  • Skripsi? || Markhyuck
  • tentang sebuah rasa
  • DIKANESHA
  • MARRIED WITH MY FRIEND
  • this is the story of my life - Afshenna Yara Carlotta
  • I love you, Mas Duda

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah

More details
WpActionLinkContent Guidelines