Kuasa memang agung, tapi tak jarang itulah yang membutakan kemanusiaan. Jika saja hari ini adalah hari terakhir untuk mereka, mereka hanya ingin menyelesaikan semuanya.
Regi Askara, bukan mahasiswa pandai, tapi keberaniannya menentang dunia membuatnya memiliki lingkaran pertemanan yang berotak sama.
Rona Jelaga, dia adalah satu-satunya gadis dalam lingkaran pertemanan yang terdiri dari 4 orang. Mereka tidak berencana menjadi pemberontak, mereka hanya ingin meluruskan apa yang harusnya lurus. Tidak seperti rusuk adam yang diluruskan alan patah, tapi ini besi yang butuh tekad untuk meluruskannya kembali.
Mereka ada untuk menulis kisah asli para dewa agung pemerintahan, yang busuk didalam kedok malaikat.
Penilapan uang, kekejian dan kebijakan yang menurut mereka benar membuat orang lain kelaparan.
Virus ini membawa jalan, untuk membuka tirai hitam dimana disana bangkai kebusukan bergelimpangan.
"Corona, kami menginginkanmu pergi secepatnya, tapi kuharap setelah kami menggeledah semuanya."
"Sekalipun hamil anak gue, lo pikir gue bakal peduli?"
Ucapan terakhir sebelum cowok brengsek itu pergi.
Gadis sebatang kara itu pun akhirnya berjuang sendiri melahirkan anaknya tanpa suami. Menjadi ibu tunggal bukanlah hal mudah, apalagi lambat laun sang anak selalu bertanya tentang keberadaan ayahnya.
"Mommy, Al selalu doa sebelum bobo. Diulang tahun Al yang ke 5 nanti, papa pulang terus bawain Al boneka dino."
Ibu muda itu hanya menangis, seraya memeluk anaknya. Lalu bagaimana jika ternyata sang ayah juga sebenarnya menginginkan Al.