Please, Kalopsia

Please, Kalopsia

  • WpView
    LECTURAS 113
  • WpVote
    Votos 37
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, oct 8, 2021
WpInfo
Ficción
Fantasía
Dyona Belle, seorang mahasiswa semester awal di Universitas terkenal di kotanya. Cukup dikenal dengan nama Dyona gadis yang memiliki kemampuan khusus. Dia menjalani hari-harinya dengan biasa. Namun, karena sebuah perkataan dari kakak tingkatnya, membuat dia bersama kembarannya Ilona Bella beralih demensi dengan kata tidak sengaja. Awalnya Dyona kaget, kenapa bisa dirinya tiba-tiba mengaktifkan kekuatannya tanpa adanya permintaan darinya. Tapi Ilona berkata itu garis takdir. Pertemuan yang cukup mengkagetkan, antara Dyona dan Gerald hanya karena sebuah portal. Dalam diri Dyona, dia bertekad bersama kembarannya untuk membantu Gerald, mahasiswa semester akhir yang menjadi berita hot kampus. Rasa itu tiba-tiba muncul pada diri Dyona. Dan dia berharap itu hanya sebuah ilusi, begitupun Gerald. Mereka mempunyai rasa yang sama. Namun, hanya karena garis takdir lagi, mereka terpisah! Apakah yang akan terjadi? Saling mengenalkah mereka? Atau itu sebuah mimpi? Dan kenyataan pahit dan manis harus Dyona rasakan dalam waktu bersamaan. Bisakah dia menemukan jawaban takdir? 🌱🌱🌱 ● Cerita ini ditulis oleh 'Arcane Team' yang beranggotakan 8 orang di bawah naungan GALAXY AKSARA.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • IGNITES (END)
  • SCRIPTSHIT (TAMAT)
  • 𝙼𝙰𝙽𝚃𝚄-𝙰𝚋𝚕𝚎✔
  • Between Us
  • DOSEN BUCIN - (TAMAT)
  • Life With My Lecturer [republished ]
  • LOST IN THE PAST [ TAMAT ]
  • YANG TAK PERNAH KITA UCAP

(Tersedia Versi eBook) Mendengar namanya saja sudah membuat Wilona bergidik ngeri, apalagi bertemu dengan sosoknya langsung. Mungkin Lona akan kabur begitu melihat bayangannya saja. Jaglion, si cowok paling sadis 'katanya'. Bukan hanya wajahnya yang terlihat dingin, namun sikapnya juga sama. Wilona berharap tidak akan berurusan dengan cowok itu. Dia tidak ingin atmosfernya bersinggungan dengan Jaglion, meski tanpa sengaja. Namun takdir berkata lain. Hari dimana mereka bertemu adalah hari paling sial bagi Wilona. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮 "Jadi pacar gue atau jadi buronan?" Tawar Jaglion. "Lebih baik gue jadi buronan daripada harus jadi pacar lo!" Tolak Wilona. "Oke," Jaglion tersenyum smrik. "Gue kasih lo dua kesempatan dalam waktu 24 jam." "Dan gue nggak akan gunain kesempatan itu meskipun lo kasih waktu sampe setahun!" "Ingat, Lona, gue nggak kasih kesempatan itu ke orang lain." "Gue harap gue adalah orang lain itu," kukuh gadis itu. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido