Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Lunaria

Lunaria

  • WpView
    Membaca 3,993
  • WpVote
    Vote 835
  • WpPart
    Bab 12
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Apr 19, 2026
WpInfo
Fiksi
Tema Sosial
"Bapak tahu Lunaria, nggak?" "Lunaria, Luna ditambah Ria, Bulan yang riang gembira?" Ismi berdecak "Bapak tahu fenomena La Nina, nggak?" Izaar menggeleng samar. Ismi memejamkan matanya sesaat. "Lalu poinnya apa?" desak Izaar "Bapak ini, nggak takut Allah!" Lunaria, La Nina, nggak takut Allah? Siapa Ismi berani menghakimi Izaar?! ^°^ Kepo adalah tabu bagi Izaar. Bagi Izaar kepo hanyalah kegiatan orang yang ga punya kerjaan. Memang ada jenis pekerjaan yang menuntut jiwa kepo, tapi tidak pekerjaan Izaar. Tak ada waktu baginya untuk kepo. Tapi semenjak fenomena anomali iklim La Nina terjadi di perairan Pasifik tahun ini, Izaar bak anak alay yang hobinya kepo. Iyups, Izaar kepo sama Ismi. Cover by me
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#942
sekretaris
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • Postscript
  • TAKDIR YANG TAK TERDUGA [TERBIT]
  • Usai Tanpa Mulai
  • Go To Jannah With My Husband [ ON GOING ]
  • Imam untuk Gladysa✓
  • SEGITIGA CINTA
  • Zaici Huilai

kisah kami murid 12 ipa 1, bukan kelas elite atau apalah, cuma sebatas anak yang mengalami masa terindah sebelum kejenjang yang lebih, jangan lupakan keseruan dengan teman satu kelas, banyak masa yang dapat jadi kenangan yang akan jadi cerita dimasa berikutnya. " oi ra jadi nanti malam mangkal?" jika kalian pikir negative buang aja deh. Itu jauh dari ekspetasi kami emang bercanda kayak gitu tapi kami gak melakukannya "Woi jadilah.... Masa gak jadi udah gak sabarnih... napa mau ikut nih?" "Ngak Cuma mau nawarin vero sama marito mau ikut mereka lagi butuh duit" canda nani "Iya nih ra dari pada jual ginjal aku yang rugi, kalau ngepet bahaya tapi kalau ikut kau aman" sambung marito cekikikan "Boleh lah ra tapi aku kecil loh emang ada yang mau?" canda vero "Wiss pastilah... apalagi yang kecil-kecil lebih wow" canda Ara "Apa nih yang kecil-kecil" sambar indah dengan muka menahan ketawa "Issh anak kecil gak boleh tau" sambar Ara "Itu si suryanti masih mangkal" gurau tince jangan lupakan denga ketawa nya yang sudah lepas ''''' "Kan dah pernah Miss Cerita waktu tuh kalau mau dapat contekan harus pandai-pandai lah" gurau miss yang pengalaman "Lupa Miss Apalagi ada yang mendadak tuli" sindir Abel "Kalau kalian mau berhasil nyoteknya perhatikan siapa yang ngawas kan udah ditempel dimading jadwalnya trus perhatikan gerek-gerik guru yang ngawas

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan