Possessive Lucca

Possessive Lucca

  • WpView
    Reads 1,135
  • WpVote
    Votes 131
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 25, 2023
"Kalo diumur 26 tahun gue belum nikah, gue bakal nikahin lo." "Apaan si, não quero!" balas Brichia. 9 tahun berlalu setelah sepasang sahabat yang tak lagi bertemu dan tak ada sama sekali komunikasi terjalin. Hingga tiba-tiba keduanya bertemu dengan suasana yang berbeda, serta dengan gaya bahasa yang berbeda pula. "Pilihan-nya hanya dua, ingin atau mau" ucap luca. "Aku tidak mau!" "Saya tidak suka penolakan, Brichia"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESTINY OF MY LIFE (END)
  • Midnight Love
  • CEO AND THAT MODEL
  • Bad Marriage[✓]
  • Double B
  • Scandal With You
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • You are my love
  • SENJA UNTUK SAGARA

🐣DIHARAPKAN MEM-FOLLOW SEBELUM MEMBACA🐣 🐣DOML (DESTINY OF MY LIFE)🐣 🐣39 BAB + 2 EXTRA CHAPTER🐣 🐣WAJIB VOTE + KOMEN🐣 🐣AKAN REVISI SESUAI MOOD🐣 Mencintainya memang di luar kendaliku. Tapi bukan berarti aku rela di hamili oleh pria yang statusnya adalah kekasih sepupuku sendiri yang sangat dekat dan bahkan orang-orang lebih mengenal kami kembar. Tentu saja, aku tidak ingin menyakitinya. Namun siapa yang harus di salahkan? terlebih lagi ini semuanya sudah terjadi. "Gue bakal tanggung jawab," ucap Cakra sambil memegang tangan wanita di depannya yang masih memandanginya dengan wajah datar. Namun air mata yang keluar dari kedua matanya cukup menjelaskan bagaimana kondisi hatinya sekarang. "Gak perlu. Gue gak minta," jawab Viena yang melepaskan tangannya dari genggaman Cakra. "Gue yang mau," jawab Cakra dengan wajah seriusnya dan mencoba meyakinkan Wanita keras kepala di depannya itu. "Gue yang enggak!" balas Viena dengan sedikit mengeraskan nada suaranya. "Navia pasti bakal ngerti kondisi ini," ucap Cakra. "Gue bilang gak, ya enggak!" kekeuh Viena yang kemudian memasuki kamarnya dan menutup keras pintu kamarnya tersebut, sehingga meninggalkan Cakra sendirian. Laki-laki itu kini berada di keadaan yang membingungkan. Ia kini harus memutuskan bertanggung jawab dan itu tentu akan menyakiti kekasihnya, namun melepas tanggung jawab juga akan membuatnya terlihat seperti penjahat kelamin yang menelantarkan sepupu kekasihnya beserta juga anaknya. Jadi apa yang harus Cakra pilih? melepaskan atau mempertahankan. *** . . . INSTAGRAM @afama.fafa99 WATTPAD @putriHumairamaharani

More details
WpActionLinkContent Guidelines