NARENDRA SETYA || Huang Renjun [✓]

NARENDRA SETYA || Huang Renjun [✓]

  • WpView
    Reads 191
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 20, 2021
"Seperti hidup ini, Ta. Ibaratnya hidup kita ini adalah kanvas hitam dan semua masalah-masalah itu warna. Kalau di hidup kita sama sekali nggak ada masalah pasti rasanya hampa. Kita jadinya kaya nggak punya tujuan kalau nggak ada masalah sama sekali." _________________________________________ "Jangan pernah pergi. Jangan pernah ninggalin aku, Naren." _________________________________________ Takdir terkadang memang lucu. Memberikan rasa cinta yang sebenarnya salah pada beberapa orang. Seperti pada Naren dan Tara. Takdir mempertemukan keduanya, menumbuhkan rasa cinta satu sama lain. Tapi, akhirnya takdir juga memisahkan mereka. Karena kenyataan yang membuat mereka tidak bisa bersatu. -NARENDRA SETYA-
All Rights Reserved
#229
leehaechan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUMAH;Menata Hati yang Hampir Mati
  • A Romantic Story About Renjun || JaeRen
  • [NCT DREAM] Seven Boys In My Life || arasweetstrawberry ✔
  • How It Ends | Mark Lee
  • Meikarta (END)
  • LOVE for the MAKNAE
  • Je t'aime |Noren |Nomin|
  • Not Your Fault [SELESAI]
  • F A T E |NA Jaemin|

[NCT X Itzy] Rumah bagi Narasena adalah tempat pulang untuk menata hatinya yang hampir mati. Dunia memberinya Narendra, manusia yang mengajaknya berkelana menyusuri samudra cinta. Narendra membuatnya percaya bahwa ternyata ada tempat yang sama hangatnya dengan rumah. "Kemanapun, kamu nggak akan kedinginan. Tangan kamu akan tetap hangat selama aku genggam." Begitu pada awalnya. Tapi, Narasena lupa siapa Narenda, Narasena juga lupa ke samudra mana Narendra mengajaknya berlayar. Dia juga lupa menanyakan berapa lama Narendra akan menggenggam tangannya, berapa lama kehangatan yang dia janjikan akan bertahan? Terbuai dengan manisnya aksara yang tersuara. Membiarkan Narendra berjalan lebih dulu bukan berarti mengizinkannya melepaskan genggam. Narasena terlalu percaya, hingga pada akhirnya dia tersesat di tengah-tengah Arktik seorang diri. Narendra membuat hatinya hampir mati. Tapi Narasena tidak ingin mati kedinginan di tengah samudra cinta tanpa kepastian. Dia ingin hidup, ingin kembali, dan menata hatinya lagi. Menyelamatkan hidupnya adalah pilihan terbaik. Entah dengan tetap menunggu Narendra kembali, atau mencari jalan pulang seorang diri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines