Bukan Sugar Daddy(end)

Bukan Sugar Daddy(end)

  • WpView
    Reads 1,531,344
  • WpVote
    Votes 104,107
  • WpPart
    Parts 56
WpMetadataReadComplete Wed, Aug 10, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Dek Kakak lapar nih, bagi rotinya dong." Celine menatap bocah laki-laki itu melas. "Kakak gelandangan ya?" ceplos bocah itu dengan tampang watados. *** Celine kabur dari rumah karena dipaksa perjodohan oleh keluarganya, berasal dari keluarga kaya nyatanya tidak membawa keberuntungan bagi gadis pecicilan seperti dirinya. Naasnya setelah kabur semua kartu ATM nya diblokir Papah nya membuat Celine seperti gelandangan yang lontang-lantung di jalanan. Namun pertemuannya secara tidak sengaja dengan bocah laki-laki berumur 5 tahun merubah segalanya. Awalnya hanya minta roti, tapi malah dikira penculik oleh Bapak bocah itu. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, itulah ungkapan yang cocok bagi Celine. Untungnya bocah itu menjelaskan kalau Celine bukan penculik melainkan gelandangan kelaparan. Celine cuma bisa sabar lahir batin mendengar hinaan bocah tengil itu. Dan entah gimana ceritanya Celine malah dipekerjakan sebagai pengasuh bocah tadi. Celine mah seneng banget karena memang gak punya tempat tinggal dan duit. Tapi begitu tau kalau Bapak bocah tadi duda Celine tiba-tiba punya ide gila .... untuk merayunya. Akankah Celine bisa menaklukkan duda tampan itu?
All Rights Reserved
#67
ringan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tepi Lintang (HIATUS)
  • Aksara Lingga
  • Bad Duda [END]
  • Males, ribet.
  • Adrian & Ayla
  • STEPMOTHER
  • AKHIR SEBUAH KISAH [SELESAI]
  • Freaky Family [END]
  • Alinka's Story! [Completo]

(HIATUS) Cerita akan dilanjut dalam kurung waktu yang belum bisa ditentukan. Lintang telah memilih jodohnya sejak dini. Di ulang tahunnya yang kesembilan tahun, Lintang mengarahkan telunjuknya pada sosok Sadam Aisena Salim. Dan di hari itu pula kehidupan Sadam berubah total. "Ma, Pa, Lintang mau menikah dengan dia!" Sadam terdiam di tempatnya. Menatap anak sembilan tahun itu dengan tatapan horror. Tawa juga tepuk tangan keluarga besar justru semakin mengurung Sadam dalam ketakutan. Guyonan kedua keluarga besar membuat Sadam terasa semakin tercekik. Hingga di usianya yang sudah cukup umur, Sadam memilih untuk melarikan diri ke luar negeri. Menghilang dan melupakan kehadiran mimpi buruk yang selalu menghantunya dalam wujud anak kecil dengan gigi ompong. Sejauh apapun ia berlalu, guyonan aneh itu terus menghantuinya. Sampai Sadam memutuskan untuk kembali. Ia bertekad untuk mengakhiri semua mimpi buruknya. ia harus mengakhiri guyonan keluarganya yang tak berhenti meskipun itu sudah berlalu bertahun-tahun lamanya. Namun ada yang aneh, ketika Sadam ingin berhadapan dengan mimpi buruknya ia justru bertemu dengan seorang bidadari? "Siapa?" "Ini saya Sadam. Calon suamimu." "Ah... anak cengeng itu?" "Huh? Anak ... cengeng?" Untuk kedua kalinya, Sadam dibuat tak berkutik oleh Lintang Biru. Namun kali ini kenapa rasanya ada yang aneh? Seharusnya tidak seperti ini!

More details
WpActionLinkContent Guidelines