Wedding Dream

Wedding Dream

  • WpView
    Reads 1,306
  • WpVote
    Votes 113
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 14, 2023
Berbeda dari cerita dan buku yang ia baca, Syifa merasa pernikahannya benar-benar jauh dari ekspektasi. Jika biasanya perjodohan akan berakhir manis, lain hal dengan pernikahannya. Bahkan, meski sudah satu tahun menikah, mereka masih merasa canggung bahkan tidur di tempat terpisah. Akankah pernikahan itu berakhir manis seperti dalam kisah fiksi? Atau justru berakhir dengan kata perceraian?
All Rights Reserved
#185
nikahmuda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mengikat Hati [✓]
  • Menelusuri hati
  • Story of CEO - (END)
  • Prince Untuk Alea
  • Behind Our Eyes
  • AMNESIAL (END)
  • SYASA (SELESAI)
  • Antagonist Couple
  • Bersemi Di Ujung Perpisahan
  • Anugerah Terindah (SUDAH TERBIT)

Paradisha dan Arvasatya. Dua manusia yang disatukan dalam ikatan pernikahan melalui sebuah perjodohan yang direncanakan oleh orang tua mereka. Perjodohan di kalangan mereka adalah hal yang biasa. Pasangan mereka ditentukan agar mereka memiliki pasangan yang berasal dari kelas sosial yang sama. Pernikahan mereka juga menjadi jaminan atas kerja sama bisnis yang terjalin, agar kedua belah pihak tidak saling melepaskan diri dari ikatan kerja sama itu dan saling membantu satu sama lain. --- "Aku mau seorang anak dari pernikahan ini" Kata-kata itu membuat Arva terkejut. Paradisha. Perempuan ini sebelumnya mengatakan jika ia bebas melakukan apapun di pernikahan ini. Lalu sekarang meminta seorang anak dari pernikahan yang akan mereka jalankan. Bukankah itu terlihat tidak sinkron? "Kamu ingin mengikatku dengan kehadiran seorang anak?" Itu yang dipikirkan Arva. Percakapannya malam itu dengan Disha menunjukkan jika perempuan ini terlihat tidak masalah dan terima-terima saja dengan pernikahan mereka. Perempuan itu mungkin saja memang menginginkan pernikahan ini. Pemikiran itu memang sedikit tidak masuk akal. Tidak ada alasan yang membuat Paradisha menginginkan pernikahan ini selain titah orang tua. ©reduyerm 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines