The Path Of DESTINY II : Amor Aeternus

The Path Of DESTINY II : Amor Aeternus

  • WpView
    Reads 969
  • WpVote
    Votes 73
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 5, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Love will guide you to the right direction of destiny." *** Karena kesalahan yang dilakukan Zayi, Meera pergi dari kehidupannya. Kesalahan yang sebenarnya hanyalah sebuah kesalahpahaman. Meski begitu, Zayi mengerti konsekuensi yang akan menimpanya jika melakukan hal-hal yang dibenci Meera. Gadis itu, sangat benci penghianatan dan kebohongan. Dan ya, keduanya Zayi lakukan pada waktu bersamaan. "Aku tidak pernah mencintaimu." Bagai lapisan bumi yang bergerak dan menenggelamkannya, Zayi hampir tidak kuasa menahan tubuh akibat ucapan Meera setelah enam tahun tidak berjumpa. Meera menatapnya tanpa ragu serta sarat akan keseriusan, bahkan rupa anggunnya sama sekali tak hilang walau hujan tengah mengguyur keduanya. "Jadi, tolong jangan pernah mengganggu kehidupanku yang sekarang. Pergilah, Kak." Zayi menahan pergelangan tangan Meera, "Apa sedikitpun, kamu tidak pernah merasakannya?" "Tidak. Dulu aku hanya bocah SMA yang tertarik pada laki-laki dewasa. Tidak untuk merasakan cinta. Dan tentu, sama seperti sekarang hingga di kemudian hari." __________ Copy right 2021 by ourqueenJ [ Sekuel dari cerita sebelumnya, The Path Of DESTINY ] notes : disarankan membaca yang pertama terlebih dahulu
All Rights Reserved
#158
cold
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diksi Matahari ⛅ (TAMAT)
  • Double Z
  • The Path Of DESTINY
  • hay mantan !!
  • BULAN [Selesai]
  • ALZEA
  • My Lovely Cactus | #MC_sekuel
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]

" Dalam upaya ku melupakanmu ternyata gagal, jujur bertemu denganmu kembali bukanlah wishlist lagi dalam hidupku. Kamu memang melukaiku, tapi aku tidak pernah merasa terluka. Mencintaimu mungkin akan bertahan seumur hidupku dan kini aku mulai terbiasa dengan itu. Menanggis bukan lagi sesuatu yang baru, ada banyak trauma dalam hidupku. Tapi jujur aku sangat kecewa, bila ternyata namamu ada dalam daftar itu. Senang bisa melihatmu kembali dalam hubungan kita yang pura - pura lupa. Tapi aku tau satu hal yang kamu tau, bahwa kamu tau aku benar - benar sakit sekarang " ~ Raineiza Danula Nutallu -----------------++++ " Semua sudah jauh berlalu, kapal itu sudah karam Do. Tidak ada satupun nahkoda yang akan mampu mengemudikannya lagi dan tak ada satu pun seseorang yang bisa memperbaikinya. Kapal itu sudah tenggelam terlalu dalam, ia sudah mati bersama dengan gelapnya lautan," " Maaf Za, untuk kesekian kalinya. Tapi apa kamu yakin telah melupakanku. Aku gak percaya Za, kalau emang iya. Coba sekarang kamu tatap mataku," ucapnya. Ia mendekatkan wajahnya ke arahku dan mencoba membuatku menatapnya. Itu membuatku sangat tersiksa dan membuatku seketika menanggis. " Kamu gila," bentakku dan seketika aku mendorong tubuhnya hingga terdorong ke belakang. " Berhenti melakukan hal gila Neddo, aku memang masih cinta sama kamu bahkan tidak kurang sedikit pun sejak dulu dan tiada satu hari pun dalam hidupku tidak ku lakukan untuk tidak berusaha melupakanmu. Jadi menjauh lah dariku, karena meski perasaanku sebesar itu. Aku tidak pernah berharap untuk bisa kembali bersamamu dengan alasan apapun itu," bentakku. Aku yang masih menanggis berjalan menjauh meninggalkannya yang kini masih diam membisu di tempatnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines