Keep To Istiqomah

Keep To Istiqomah

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 2, 2021
"Aisy mau pake hijab, Ayah." Perubahan besar dalam sosok Aisy yang dikenal pecicilan membuat kehidupan Aisy berubah total. Di mulai dari keisengannya mengikuti ceramah yang diadakan di Masjid yang tak jauh dari ruamahnya membuat Aisy jatuh cinta akan hijab, mencoba berubah menjadi lebih baik justru ia mendapat cemohaan dari teman dan orang-orang sekitar membuatnya untuk memuruskan perpindahan nya ke kota Bandung, Seperti kisah remaja, Aisy justru jatuh hati karena tidak sengaja mendengarkan seseorang membaca Al-Quran dengan begitu lembut. "Gimana Aisy gak suka sama itu A'aa kalo baca Al-Quran aja lembut banget, kalo ngomong sama Ai aja nundukan pandangan. Ih gemes, eh astagfirullah. Ayah si!" Mampukah Aisy dan lelaki yang disebut A'a itu bersatu dalam ikatan pernikahan melalui jalur ta'aruf? Atau Aisy yang bersatu dengan seseorang di masa lalu yang berubah menjadi lebih baik? Inilah kisah Aisy yang berusaha untuk istiqomah
All Rights Reserved
#624
patah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • WANITAKU,HUMAIRA [TAMAT]
  • Perfect My Husband (end)
  • Aisyah Aqilah || TERBIT
  • Untukmu Imamku
  • Assalamu'alaikum, Mas Azzam !
  • GUS & NING (END)
  • Panggil Aku Aisyah
  • DALAM DIAMKU ADA CINTANYA {END}
  • CAHAYA DARI ALYSSA [Sudah Terbit]

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah

More details
WpActionLinkContent Guidelines