Berada di Puncak Komedi

Berada di Puncak Komedi

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 6, 2021
(n);koleksi patah hati yang berusaha ditulis oleh manusia baru berdiri, kota gadis jadi saksi, ada asa yang membiru ditengah peliknya jalanan abu-abu. "Ayo, pulang bareng! Jok belakangku kosong, serem kalau didudukin pocong. Mending kamu kesini!" "Emang kamu kenal aku?" "Oh, mau kenalan?" Suaramu bising memenuhi sanubari, instingku meminta tersenyum lebar. Rasaku meragu usai berkenalan jauh denganmu, Allahu Akbar.
All Rights Reserved
#10
kangmin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menepilah Cinta
  • Divorce (jaeren)
  • Annoying boy
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • GrapicH [✔] JOHNTEN FML
  • nyaman-jjk
  • Dusk In Your Eyes
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Betadine
  • Berlian Kagastra

Seketika, tubuh Sam terasa sangat ringan, ruhnya seolah-olah melayang perlahan terangkat oleh baling - baling seperti milik doraemon, sejenak meninggalkan jasadnya yang tiba-tiba kaku. Beasiswa? Jepang? Tinggal disana berapa lama? Dengan siapa Nisa nanti disana? Bagaimanakah keamanan di sana? Siapa yang akan menjaganya? Ah, Sam sendiri tidak tahu apa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang terlintas di kepalanya. Antara bangga dan khawatir, antara terharu dan sedih bila harus berpisah dari gadis ayu di depannya saat ini. Bukankah Jepang itu negara asing, baik bagi Sam atau Nisa sendiri. Jepang bukan daerah yang bisa ditempuh dengan kereta, mobil, bis, angkot, ojek atau taxi online, bahkan sepeda ontel, yang biasanya Sam naiki saat Ayah Nisa memintanya mengantar buku atau bekal Nisa, apabila ketinggalan, ke sekolah. Jepang itu negeri asing yang berbeda segalanya dengan kehidupan Nisa di sini. Negeri yang tak Sam kenal, terutama masalah keamanannya, makanannya, orang-orangnya. Apakah Nisa akan aman tinggal disana? Makanannya? Amankah sholat di sana? Apakah .... "Pak Sam... Pak Sam... Hellooow,,, Yuhuu" Nisa melambaikan tangannya membuyarkan lamunan Sam. Raut wajah cantiknya berubah menjadi cemas ketika melihat Sam mendadak pucat. Ruh Sam yang sempat terlepas, kembali ke jasadnya semula. "Hm... Jadi bengong gitu. Kenapa? Pak Sam ga seneng ya Nisa ke Jepang?" Tanya Nisa dengan nada sedih. Matanya mendadak sayu, senyumnya hilang. "Oh... Pak Sam seneng kok mbak. Pak Sam malah bangga kalo mbak Nisa bisa ke Jepang" "Alhamdulillah, gitu dong Pak Sam. Setelah ayah dan ibu, Support Pak Sam lah, yang selama ini selalu menyemangati Nisa." Nisa kembali ceria, sumringah menunjukkan senyum lebar. Ah, senyum itu... senyum yang sama yang dimiliki kekasih hatinya. Kekasih hati yang telah terpatri di hati Sam selamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines