ANTARA CHIA DAN ARA

ANTARA CHIA DAN ARA

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 25, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Kamu cantik tapi sayang bukan punya aku lagi Ra" Dengan tatapan rindu bercampur menyesal Zaky memandangi foto Ara. " Semoga kamu bahagia ya Ra aih kamu pasti bahagia" " Jangan lupain aku ya Ra" "Aih ga sanggup aku Ra ga kuat" " Aku doain semoga kamu selalu bahagia ya Ara nya Zaky" ga sengaja Zaky meneteskan satu titik air mata di foto nya Ara. Mami yang mengintip dari pintu kamar nya Zaky dan menatap sendu anak nya itu yang sangat merindukan sosok Ara dan sekarang kesalahan fatal yang diperbuat Zaky merubah segala nya Mungkin ini yang di nama kan rencana Tuhan jauh lebih baik..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suddenly Marriage
  •  ANATHA
  • Keluarga (Tidak) Terencana
  • ARUMILA
  • Ranaya
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Yang Masih Berdetak
  • 28,4fm  [Selesai]✔
  • Mafia Kejam Dan Gadis Yang Dijualnya [END]

"Mi, kemarin Pak Kades dan istrinya datang ke rumah. Dia ingin meminang kamu untuk menjadi istri anaknya," ucap Mama yang membuatku seketika langsung menghentikan kunyahan. "Mama kalau bercanda jangan pas lagi makan dong, nggak lucu kalau tiba-tiba aku tersedak terus meninggal," ucapku sambil tertawa. "Mama serius." Aku langsung melihat wajah mamaku, dari matanya aku bisa melihat keseriusan. Mendadak aku jadi merinding. "Jangan bercanda mulu dong, Ma, mana mungkin Pak Kades tiba-tiba melamar aku buat anaknya. Lagian aku nggak kenal sama anaknya Pak Kades," ucapku masih menyangkal kalau yang mamaku katakan bukanlah candaan. "Mama nggak lagi bercanda, Mi, Mama serius." Tenggorokanku serasa tercekat ketika mendengar perkataan Mama, "Ma, jadi ini serius?" Mama mengangguk dan itu membuat tubuhku seketika melemas. "Apa ini alasan Mama minta aku cepat-cepat pulang?" tanyaku yang dibalas anggukan oleh Mama. "Terus Mama jawab apa? Mama nolak 'kan?" tanyaku mulai was-was. "Ayah kamu sudah menerima, katanya nggak enak menolak tawaran Pak Kades. Kapan lagi 'kan kita bisa besanan sama orang terpandang?" Rahangku hampir saja lepas dari tempatnya saat mendengar jawaban Mama. "Nanti malam Pak Kades datang lagi ke sini sekalian bawa anaknya, mereka mau melamar kamu secara resmi." Aku semakin gila setelah mendengar sambungan perkataan Mama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines