NIKMATNYA PACAR TEMAN SENDIRI

NIKMATNYA PACAR TEMAN SENDIRI

  • WpView
    Reads 815,734
  • WpVote
    Votes 8,077
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Jul 5, 2022
⚠️ TOLONG BACA DULU DESKRIPSI ⚠️ --------------------------- WARNING: [18+], [GAY STORY] --------------------------- [RE-PUBLISH HASIL REVISI] [SEMPAT UPLOAD ULANG GARA-GARA DIHAPUS] Ini adalah cerita ke tiga penulis di Wattpad. Penulis masih belajar, mohon maaf kalo ada salah jangan dihujat. Butuh kritik dan saran. Kalau tidak suka, abaikan/skip saja, jangan dilaporkan. Beberapa penulis menulis disini sebagai coping mechanism-nya. Tidak usah diganggu. Jangan lupa vote teman2. Terima kasih. --------------------------- Ini adalah cerita seorang pemuda bernama Ryan yang telah memiliki pacar, namun teman pacarnya yang tampan dan seksi cukup membuatnya ser-seran. Apakah Ryan akan tumbang dengan godaannya? --------------------------- Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan. --------------------------- PS: Beberapa foto di sini diambil dari Twitter dan Instagram. Hanya sebagai ilustrasi / imajinasi pembaca saja. --------------------------- #1 #mxb 03-09-21
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hurt To Love You
  • I Just Want to Be Loved⚠️🔞(WinYu {Winwin x Yuta}) [Completed]
  • Victim「✓」
  • DION DAN GABRIEL (BXB)
  • Love in the Dark [BOYXBOY]
  • Grapple
  • Senyuman Indah (Yaoi) (Tamat)

Mpreg Gay story Homophobic ? Gak usah baca ! Highest rank #122 in romance •-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-• "Bagaimana kalau terjadi apa-apa denganku ? Apa kau masih mau denganku ?" Ucapku dengan pelan. Aku berusaha menatap tepat dimatanya. "Tentu saja aku akan menerimamu." Aku tersenyum mendengar jawabannya. Semoga ucapannya benar. "Ba-bagaimana jika aku hamil ?" Ucapku gugup sambil kuelus perutku yang masih rata. "Hamil ? Hahaha kau seorang pria." Apa di tak percaya padaku ? "Aku serius. A-aku hamil." Kuserahkan sebuah map padanya. Itu adalah sebuah bukti yang sangat kuat. "Kau gila ! Aneh ! Tidak mungkin kau... argh ! Bagaimana bisa ?!" Dia membanting map yang kuserahkan padanya. Dia pergi. Meninggalkanku dengan hati yang cukup sakit. Ternyata benar. Ucapannya barusan salah. Dia tidak menerimaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines