Lemons ✂ - - -

Lemons ✂ - - -

  • WpView
    Reads 632,246
  • WpVote
    Votes 52,268
  • WpPart
    Parts 60
WpMetadataReadComplete Thu, Jan 18, 2024
✂ - - - dihapus sebagian [Bukabotol #3] Aku yakin, aku lagi menghadapi quarter life crisis versiku di umur 27 tahun menuju 28 tahun. Melihat pencapaian anak-anak muda jaman sekarang, bikin level insecureku semakin melesat. Masa mereka umur 22 udah punya mobil sendiri? Rumah sendiri? Aku? Berangkat ngantor aja masih jadi spiderman di busway tiap pagi. Lihat teman-teman yang udah menikah dan punya anak, rasanya juga ngiri berat. Mereka udah melangkah ke jenjang berikutnya, sedangkan aku, kok, masih di sini-sini aja? Makanya akhir-akhir ini ... yang aku pikirin itu kawin! Masalahnya ... aku harus kawin sama siapa?! Sedangkan Mama udah maksa, aku harus nikah duluan dibanding adikku---nggak boleh dilangkahin!
All Rights Reserved
#713
officeromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nearby Relations
  • Presentase Rasa ✔
  • How Dare I
  • Caffeine (Completed)
  • Mentari Tak Harus Bersinar (Dokter-Dokter)MASIH LENGKAP
  • I Think I'm Sexy
  • MAISON; My Boss, My Husband ✓ [Banginho]
  • A-KU & A-MU
  • Give Me Your Sandwich! [OPEN PO 1]
  • Whisper of Destiny (END)

Nadine pikir hidupnya sudah cukup berantakan. Baru saja dikhianati orang yang paling dia perjuangkan - David. Pacar yang selama ini dia bela mati-matian di hadapan orang tuanya. Melawan larangan, berdebat tanpa henti, jadi anak paling keras kepala di rumah, semua itu berujung sia-sia. David justru berpaling diam-diam. Belum sempat membereskan lukanya, Nadine dihadapkan pada kejutan lain. Ibunya mengenalkan seseorang. Calon jodoh pilihan keluarga. Dan orang itu... Narendra. Tetangganya sendiri. Yang seumur-umur paling cuma di sapa waktu lebaran doang. --- Narendra datang dengan hidupnya sendiri. Baru pulang dari Jepang, fokus utamanya sederhana: kerja, bangun karier, hidup tenang. Tapi baru juga adaptasi di Jakarta, ibunya sudah datang dengan misi lain: menikah. Dan nama calonnya... Nadine. Anak bawel yang dulu cuma lewat-lewat di depan rumahnya doang. Narendra bisa saja menolak. Tapi bukannya langsung menentang keluarga, dia justru menawarkan sesuatu pada Nadine. Sebuah kesepakatan. Rencananya sederhana: Jalanin aja dulu, kalau memang tidak cocok, keduanya bisa mundur tanpa beban. Dengan alasan yang logis - sudah mencoba, tapi tidak berhasil. Terdengar mudah. Sampai keduanya mulai menyadari... justru bagian paling sulit dari semuanya adalah menahan hati agar tidak benar-benar jatuh. Karena ternyata, perasaan nggak pernah sesederhana itu. "Katanya cuma kesepakatan. Kok malah kayak pacaran beneran?" -------------------------------------------------------- ©Nmikasa2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines