Aku Bersama Perasaanku

Aku Bersama Perasaanku

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 24, 2021
Bagaimana? Masihkah mencintai orang yang sama? Orang yang memberimu beribu ribu luka, orang yang seakan memainkan perasaanmu dengan begitu teganya. Orang yang hanya menganggapmu teman tak lebih dari apa yang selalu engkau anggap esok menjadi alasanmu bahagia?! Sudahlah, lepaskan saja jika memang begitu keadaannya. Cinta ya cinta, tapi jangan biarkan akal logikamu lumpuh karenanya. Cinta memang alami hadirnya, perasaan begitupula. Biarkan mereka mengalir, sampaikan jika memang memungkinkan. Dan pendamlah, sampaikan saja lewat doa jika kau tak mau menanggung resikonya. Bukankah cara menyampaikan cinta banyak cara? Lewat doa semisal. Itu adalah cara paling sederhana juga luar biasa. Dengan mendoakan kebaikan serta keselamatan, sungguh bagiku itu adalah wujud cinta paling luar biasa. Tetaplah bahagia, karena kau tetap mempunyai hak untuk berbahagia.
All Rights Reserved
#180
diary
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Story Of You
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Cinta Yang Habis
  • Behind the Silence
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Cerita Tentang Kita
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Saya Mencintaimu Karena Allah [Sudah Terbit]
  • AKU MENERTAWAKAN LUKAMU? || TAMAT

[SELESAI] Semua orang mempunyai masa lalu. Semua orang mempunyai luka. Semua orang pernah merasakan sakit hati. Aku? Aku hanya segelintir dari mereka yang merasakan apa itu rasa sakit. Aku memiliki masa lalu yang tidak baik. Aku pernah disia-siakan oleh seseorang. Aku pernah diberi harapan palsu oleh seseorang dimasa lalu. Mereka meninggalkanku pas sayang-sayangnya. Waktu berlalu, aku mulai merelakan mereka. Mereka yang memberi luka terdalam. Aku melanjutkan hidupku seperti biasa, tetapi hidup tidak pernah berhenti. Seiring waktu, aku mencintai Alan. Alan adalah laki-laki yang dicintai sahabatku--Manda. Aku berusaha mengikhlaskan Alan, meskipun hati merintih kesakitan. Hidupku semakin rumit ketika si Psikopat menerorku dengan teka-teki yang sulit dipecahkan. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Hidupku hancur dan aku diambang batas. Rasanya, aku ingin mati saja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines