Aku Bersama Perasaanku

Aku Bersama Perasaanku

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 24, 2021
Bagaimana? Masihkah mencintai orang yang sama? Orang yang memberimu beribu ribu luka, orang yang seakan memainkan perasaanmu dengan begitu teganya. Orang yang hanya menganggapmu teman tak lebih dari apa yang selalu engkau anggap esok menjadi alasanmu bahagia?! Sudahlah, lepaskan saja jika memang begitu keadaannya. Cinta ya cinta, tapi jangan biarkan akal logikamu lumpuh karenanya. Cinta memang alami hadirnya, perasaan begitupula. Biarkan mereka mengalir, sampaikan jika memang memungkinkan. Dan pendamlah, sampaikan saja lewat doa jika kau tak mau menanggung resikonya. Bukankah cara menyampaikan cinta banyak cara? Lewat doa semisal. Itu adalah cara paling sederhana juga luar biasa. Dengan mendoakan kebaikan serta keselamatan, sungguh bagiku itu adalah wujud cinta paling luar biasa. Tetaplah bahagia, karena kau tetap mempunyai hak untuk berbahagia.
All Rights Reserved
#2
soalrasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FADLAN
  • Perjalanan Cintaku...
  • Saya Mencintaimu Karena Allah [Sudah Terbit]
  • You're Here, But Not For Me
  • AKU MENERTAWAKAN LUKAMU? || TAMAT
  • Luka & Lara (Completed)
  • AKADIBA • Rasa dan kita (END)
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • ANTARA DOA DAN RASA
FADLAN

Mencintaimu, aku mempunyai banyak cara, dan yang paling indah adalah doa. Akan tetapi, untuk memilikimu, tidak ada satupun cara yang paling tepat selain berserah. Sebab, karena-Nya kamu ada. Karena-Nya kamu hadir. Karena-Nya kamu membawaku sampai kepada mimpi. Menjadikanku bahagia dalam sepi. Segala apa yang aku ingin, ada berkat hadirmu. Fadlan, jika waktu adalah kamu. Maka memang benar, tidak bisa kugenggam erat. Ia selalu hilang dan berlalu tapi kembali dengan bentuk yang sama serta membawa rahasia yang tak bisa kubaca. Lalu, ia akan hilang untuk selamanya. Seperti halnya kau. -Hanin Nadhira

More details
WpActionLinkContent Guidelines