SANTRI Yo ngaji, Yo ngabdi

SANTRI Yo ngaji, Yo ngabdi

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 6, 2021
WpInfo
Non-Fiction
~Santri Yo Ngaji, Yo Ngabdi~ Kemarau panjang yang menyiksa, tak ada setetes air pun untuk menyirami ladang, terik matahari semakin mencengkeram debu mulai berhamburan saat angin mengibaskan pusakanya. Dedaunan berguguran satu persatu melayang melambai-lambai di udara bak putri kahyangan yang menari dengan pesonanya. Giska gadis cantik berkulit putih bening namun tak tembus pandang, bergigi gingsul dan diakui sebagai sihir siapapun yang memandangnya. Ditambah postur tubuh mirip model kekinian dan rambut yang tergerai semakin elok pemandangan. Giska adalah anak bungsu dari dua bersaudara, periang, baik hati, dan tidak sombong menjadi jurus andalan dalam memudahkan bersosialisasi. Namun ahir-ahir ini ia sering murung wajahnya kerap sekali kusut kayak baju tak pernah di setrika ditambah mata yang sayu dan linangan air mata. Hidup dalam kebimbangan antara gemerlap dunia dan sejuknya jeruji pesantren. Bagi Giska dunia adalah segalanya yang mampu membuat hatinya bahagia namun asumsinya di tepis oleh Sang ayah karena beliau lebih menginginkan Giska menjadi santri tulen dan penerus perjuangan di masyarakat. Lantas apakah Giska meng iyakan keinginan ayahnya? Sedangkan Giska sendiri sudah terlalu menyatu dalam kehidupannya. Atau malah Giska memilih kehidupan yang lain dan membiarkan keinginan ayah terkubur dalam-dalam?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sun Flower ( Utopia Series #1 )
  • DAISHA (0.1)
  • guz itu suamiku???
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • Diary Santriwati
  • RENJANA DERANA [END]
  • Bukan wanita biasa (TAMAT)
  • LUKA TAK BERDARAH ✔
  • || Takdir Dari Allah [REVISI]

Gisella Anastashia yang kini berusia 28 tahun menjelma sebagai seorang wanita cantik. Kehidupan tak banyak mengubahnya, hanya saja dia sudah lebih siap meniti masa depan. Hubungan yang dia jalin bersama Candra Surya Darmaji semasa SMA masih berlangsung baik meski tak jarang ada pertengkaran yang kerap menjadi pemisah. Candra yang ingin segera melangkah ke jenjang lebih serius, sedang Gisella masih ingin mengasah bakatnya dalam hal mengelola perusahaan sang papa. Semua konflik yang ada pasti akan berujung ke masalah tersebut, membuat Gisel kadang ingin pergi dan menghilang. "Aku pusing banget hari ini, Can. Capek ngurusin ini itu dari pagi." "Nikah aja yuk." "Candra." "Biar enggak capek, kan aku yang bakal nafkahi kamu." "Udah deh, enggak lucu tau."

More details
WpActionLinkContent Guidelines