Pemenang Hati (TAMAT)

Pemenang Hati (TAMAT)

  • WpView
    Membaca 16,645
  • WpVote
    Vote 527
  • WpPart
    Bab 44
WpMetadataReadDewasaLengkap Sel, Sep 8, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
Benci jadi Cinta
Akhir Bahagia
Kehidupan Sehari-hari
"Jika kamu masih tidak nyaman dan merasa keberatan menikah dengan saya, saya tidak akan memaksa kamu lagi" "Maksudnya?" "Saya tidak akan memaksa kamu lagi untuk hidup bersama saya" "Maksud mas, kita berpisah aja gitu?" "Saya meminta dan menikahi kamu secara baik-baik, maka saya akan menyerahkan dengan cara yang baik-baik pula" Akankah Alita dan Indra tetap bersama, disaat pernikahan mereka berjalan tidak seperti umumnya? Alita yang dari awal hanya memberi hati kepada Olivia, anaknya Indra sedangkan tidak untuk Indra. Akankah pula Indra mempertahankan pernikahannya dengan Alita yang jelas-jelas tidak memberi ruang juga kesempatan kepadanya untuk menunjukan bahwa ia mampu menjadi suami dan laki-laki yang layak dicinta oleh Alita selain laki-laki lain yang masih ia cinta? ____________________
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Cinta Dan Lukanya
  • Ataxaria [ completed]
  • KATA SEMESTA
  • Angel To Raya (END)
  • SASHI
  • Secret Destiny
  • MY SECOND WEDDING
  • The Story Of Aghea
  • Adelia
  • Girl's
  • [4] Cinta & Benci 2
  • ARKASYA
  • Langkah baru bersama mu
  • Istri Kesayangan
  • Nadira dan Gus Ali (TAHAP REVISI)
  • syanin
  • PELENGKAP HIDUPKU
  • Panda Kumuh Jatuh Hati 2
  • ALGRAVANO

"Genggam cinta ini dan hempaskan semua dendam itu, karena cinta tak mungkin tumbuh, jika rasa dendam yang tersisa masih begitu dalam." ° ° ° ° "Kamu sakit apa? Ngomong dong mas, cerita. Selama kita nikah kamu gak pernah cerita kehidupan kamu sedikitpun ke aku, kenapa sih? Aku ini istri kamu loh," ucap wanita paruh baya, yang kini sudah tak mampu lagi untuk menahan air mata karena terlalu khawatir dengan kondisi lelakinya "Tapi saya gak pernah menganggap itu. Dan saya akan cerita ditempat yang menurut saya aman, dirumah yang bila mana saya berada didalamnya akan terus merasa nyaman. Dan itu....." "Dan itu pastinya bukan aku," potong wanitanya, pada seorang yang sedari tadi memberi tatapan elang padanya Wanita yang selalu terlihat tegar dihadapan siapapun itu. Kini, runtuh. Saat mendengar perkataan yang baru saja lelakinya lontarkan, bahwasanya tidak mengganggap dirinya sebagai seorang istri. Lelaki yang selama ini selalu ia kasihi penuh, dengan akar cintanya yang setiap waktu tidak berhenti tumbuh, namun seperti itu balasan yang diberikan. Kini terlambat, berat untuk beranjak lebih jauh. Ia sudah terlalu dalam, karena baginya lelaki tersebut bukan hanya belahan raga maupun jiwanya. Tapi juga, jika dia harus kehilangan seluruh tetes darahnya demi lelaki itu, maka dia bisa memastikan tidak akan muncul rasa penyesalan nantinya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan