Langit Antariksa

Langit Antariksa

  • WpView
    Lecturas 140
  • WpVote
    Votos 31
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ago 14, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
Hujan turun dengar derasnya bersamaan dengan air mata yg ikut lolos dari pelupuk mata gadis itu. Ya, Qilan Permata Biru nama yang cantik untuk gadis yang penuh luka. Qilan hanya duduk termenung menatap ke luar jendela kamarnya. Tatapannya kosong menikmati melody rintik dari sang hujan. Qilan suka dengan langit. Tapi, hanya langit abu yang Qilan suka. Menurutnya Langit abu adalah pertanda akan turunnya hujan. Dengan begitu isak tangisnya akan teredam dengan suara hujan. "Tuhan Qilan capek. Qilan pengen nyerah."
Todos los derechos reservados
#435
smk
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Impossible Wish
  • "Singgah"
  • Renald (Open PO)
  • Gus Zayn : Langit Biru di Yogyakarta
  • LANGIT [WINWIN]
  • AURORA
  • Langit Artharendra
  • Because I'm Stupid (End)
  • LANGIT [OPEN PRE-ORDER]
  • 【𝑾𝒊𝒍𝒍 𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆?】

"Shit, mata gue salah. Jelas itu bukan dia! ia janji ga bakal bohong lagi! Enggak! Ini pasti cuma mirip" ucap seorang gadis bermata biru berambut panjang dengan air mata yang tak terbendung lagi. Sambil terus menyakinkan dirinya bahwa apa yang dilihatnya hanya halusinasi belaka. "You know? Terkadang bukan karena kebohongan kita membenci sesesorang, tapi karena sedih menerima kenyataan bahwa ia tak bisa lagi kita percaya" ucap seorang laki laki dengan nada dingin nya yang khas. Entah dari mana dia datang aku tidak tahu. Badanku kaku, lidah ku kelu dan kepalaku rasanya berat untuk menoleh. Dia langsung menarikku ke dalam pelukannya. Aku merasa menjadi orang yang sangat tidak berdaya sekarang. Bagaimana bisa orang itu dengan mudahnya memporak porandakan hidupku dalam satu kedipan mata? "Kemarin dia buat gue ngerasa begitu istimewa. Tapi sekarang, dia bikin gue ngerasa sama sekali gak diinginkan?" Ujar gadis bermata biru itu dengan berlinang air mata. "Gak selalu yang menurut lo itu baik adalah baik. Dan gak semua yang meurut lo itu buruk akan selalu buruk" Mendengar hal itu, gadis bermata biru itu hanya dapat menumpahkan kesedihannya dan air matanya di dada bidang pria itu.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido