"Kenapa baru sekarang?" "Maaf, sekarang gue nggak bisa nerima lo lagi. Mungkin lo sebaiknya sama Pasha, gue juga tau kalo Pasha nembak lo dan lo gantungin dia. Sekali lagi maaf ada hati yang harus gue jaga sekarang." Setelah itu Fandi pergi meninggalkan Enzy di lapangan sambil membawa bola untuk ia kembalikan ke ruang olahraga. Fandi pergi bersama Ishma yang dari tadi mematung memperhatikan mereka dari luar lapangan. Dari kejauhan Enzy menatap nanar punggung Fandi dan Ishma yang berjalan berdampingan. Ada rasa sesak didadanya, ada rasa sakit yang ia rasakan saat ini. Mungkin ini adalah karma yang Tuhan berikan padanya, karena telah menyia-nyiakan seseorang yang pernah menyayanginya beberapa waktu lalu. Enzy mengerti ini adalah salahnya, tapi mengapa Fandi begitu cepat melupakan perasaannya.
More details