HUJAN BERSAMA GERAL

HUJAN BERSAMA GERAL

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Jul 25, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Hujan selalu datang sebagai ingatan yang tak diundang bagi Gerall. Setiap rintiknya membawa gema malam itu,malam ketika sirene meraung di antara deras air, ketika ayahnya tak pernah kembali pulang. Jalanan licin, lampu buram, dan jasad yang dibungkus hujan. Sejak saat itu, hujan bukan lagi cuaca. Ia menjadi vonis. Rumah pun berubah. Ibunya, yang dulu hangat, tenggelam dalam frustasi dan duka yang membusuk. Tatapannya tajam, kata-katanya dingin. Setiap hujan turun, amarah ikut menetes. Gerall menjadi sasaran yang mudahah disalahkan, dijauhkan, seolah kehadirannya adalah pengingat paling menyakitkan tentang kehilangan. Di bawah atap yang sama, Gerall belajar bahwa diam adalah satu-satunya cara bertahan. Ia tumbuh dengan bahu tegang setiap mendengar gemuruh. Payung tak pernah cukup. Tidak ada tempat berlindung dari hujan yang tinggal di kepalanya. Sampai suatu sore, hujan turun lagi dan Aleta hadir. Tidak dengan janji, tidak dengan ceramah. Aleta hanya duduk di sampingnya, membiarkan hujan menjadi suara latar, bukan ancaman. Ia mendengarkan tanpa menyela, memegang tangannya tanpa memaksa. Untuk pertama kalinya, hujan tidak menuntut apa pun. Ia hanya jatuh, dan berlalu. Di mata Aleta, Gerall tidak bersalah. Di langkah-langkah kecil yang mereka ambil bersama, hujan perlahan kehilangan tajinya. Trauma itu tidak hilang seketika,namun retak. Dan dari retakan itu, cahaya masuk. Sejak hari itu, hujan tidak lagi sepenuhnya tentang kehilangan. Kadang, ia juga tentang pertemuan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Is It Home ?
  • Rain Sound
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Sunoo's World
  • PELANGI
  • save me
  • Eliinaa
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • You Are Home || Enhypen

[SUDAH DIBUKUKAN, GET ON SHOPEE Choko Publisher "Kenapa yah? Karena abang anak pertama ya?", -- "Emang pernah kalian nganggep aku ada?" ___________________________________________ "Dia bukan papa lo, lo harusnya tau diri",-- "Emang ga seharusnya gue disini, kehadiran gue cuma ngrusak kebahagiaan dia. Gue pamit",-- ___________________________________________ "Lo bisa ga sih gausah aneh-aneh, lo yang bertingkah, tapi gue yang selalu kena imbasnya. Lo sih enak jadi bungsu, mama papa juga gabakal marah ke lo" "Siapa bilang ? Gue juga pengin pergi bebas kaya lo bang, gue cape terus-terusan belajar, gue juga pengin bebas kaya lo" "Gue bukan dibebasin, tapi gue di usir. Itu juga gara-gara lo, bungsu", ___________________________________________ Ia tahu dan sadar dengan posisinya. Ia lahir sebagai seorang sulung yang dipaksa untuk terus melebarkan bahunya, yang harus selalu kuat mentalnya, yang punggungnya harus selalu siap untuk dijadikan sandaran bagi saudara-saudaranya, juga harus selalu siap memikul harapan orang tuanya. Tapi ia juga manusia, ada masanya ia lelah dan perlu sandaran seperti yang biasa ia lakukan. Ada kalanya ia merasa ingin menyerah dan lari dari semua masalah yang mendera. Bungsu, orang selalu bilang menjadi seorang bungsu adalah suatu keberuntungan, dimana bungsu biasanya selalu diutamakan dan identik dengan julukan "anak kesayangan" Tinggalkan soal bungsu dan sulung, bagaimana dengan anak tengah? Apakah nasibnya sama buruknya dengan si sulung atau bahkan lebih baik dari pada si bungsu? Masih tentang semesta dan kejutannya, entah skenario apa yang semesta buat kali ini, yang pasti adalah satu hal. Tak semua yang kamu lihat sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya. Menjadi bungsu tak selamanya indah, begitupun dengan menjadi sulung.

More details
WpActionLinkContent Guidelines