PIANIKA

PIANIKA

  • WpView
    Leituras 168
  • WpVote
    Votos 103
  • WpPart
    Capítulos 5
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, nov 7, 2021
Hidup tak selalu semanis gula. Berawal dari tangisan dan berakhir pula dengan tangisan. Andai hidup tidak diatur oleh Tuhan, ingin rasanya hidup bebas bergelimang harta dan bahagia. Namun, itu hanya sia-sia, kita seperti boneka kayu yang perlu tali untung bergantung. Seperti kisah Pian Sarendra, pria pintar yang baik hati. Hingga kebaikan itu tak dianggap hanya karna perbedaan ekonomi. Membuatnya bertahan dari cacian dan hinaan keluarga sahabatnya sendiri. Anika, cewek yang menjadi sahabat Pian dari umur 7 tahun. Gadis putih bersih dengan kekayaan berlimpah. Tapi, bukan uanglah yang diinginkan Nika. Harta sukses melenyapkan kehangatan keluarga yang awalnya berjalan harmonis. Dan bagaimana jika cinta sukses menghapuskan persahabatan mereka? Intip kisahnya dalam PIANIKA.
Todos os Direitos Reservados
#26
cacian
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • The Story Of Aghea
  • Resonansi
  • Cokelat love story (END)
  • KEANU & PIAN [JossGawin]
  • RUMIT
  • Cinta Terakhir Anisa
  • The Devil's Love
  • Meniti Jembatan Hati

Cerita ini mengisahkan seorang siswa yang hidupnya penuh penderitaan, baik di sekolah maupun di rumah. Ia adalah seorang anak yang lugu, mudah sakit, dan terperangkap dalam masa hidup yang kelam. Di sekolah, ia selalu menjadi sasaran bullying. Teman-temannya menjauhinya, bahkan tak ada satu pun yang mau berteman dengannya. Setiap hari, ia merasa kesepian dan tak berdaya, terjebak dalam dunia yang penuh rasa sakit dan penghinaan. Di rumah, kondisi yang lebih buruk lagi menunggunya. Kedua orang tuanya tidak menunjukkan kasih sayang sama sekali. Alih-alih memberikan dukungan, mereka justru menyiksanya, baik secara fisik maupun emosional. Setiap kali ia mendapatkan nilai yang buruk, atau bahkan tidak mendapatkan nilai seratus, ia akan dihukum dengan tidak diberi makan dan terus disiksa. Kata-kata yang terlontar dari orang tuanya begitu menyakitkan, membuatnya merasa seperti anak yang tidak berguna dan tak pantas untuk dihargai. Kondisi ini membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Ia merasa hidupnya tidak berarti dan mulai berpikir untuk menyerah. Setiap kali dibuli atau disiksa, ia hanya pasrah dan tidak berdaya, seakan-akan dunia ini terlalu berat untuk ia hadapi. Ia tak pernah merasakan kehangatan keluarga yang seharusnya menjadi tempat pelindungnya. Ia selalu iri melihat kebahagiaan orang lain, namun dirinya tak pernah merasakannya. Di luar, wajahnya selalu datar, tak pernah ada senyum yang menghiasi wajahnya. Luka-luka fisik dan emosional yang ia alami menjadi beban berat yang membentuk dirinya menjadi sosok yang tertutup dan terpuruk. Ia hanya bisa bersembunyi di balik kesedihan, tak tahu harus bagaimana lagi untuk bertahan. Bagaimana kisahnya akan berlanjut? Akankah ada secercah harapan yang datang untuk mengubah hidupnya? Mari kita saksikan perjalanan hidupnya yang penuh dengan perjuangan dan air mata... cerita ini murni dari pikiran yana sendiri dan jangan plagiat!!

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo