We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
What's Next ?

What's Next ?

  • WpView
    Reads 112
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 25, 2021
WpInfo
Fanfic
Blackpink
Difi pikir setelah kejadian tolong menolong antara Dani dengan dirinya sudah selesai hanya sebatas tolong menolong biasa. Hari hari Difi pun berjalan lancar seperti biasa pada awalnya, hingga tiba saat perayaan terpilih nya Nuga dan Dani sebagai ketua dan wakil BEM untuk satu tahun kedepan. Anggota BEM yang lainnya pun ikut merayakan begitu pun dengan Difi selaku salah satu anggota BEM juga, perayaan juga pada awalnya hanya makan makan biasa dan berlanjut minum minum. Difi dan Dani yang pada saat itu kehilangan kesadaran nya karena terlalu banyak minum, malah terjebak cinta satu malam dan parahnya lagi Dani lupa memakai kondom. "Dif gue lupa pake kondom gimana dong, gue belum siap punya anak anjing." "Anjing Lo bang, gimana kalo gue hamil."
All Rights Reserved
#53
fwb
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • Marriage, Not Dating
  • MAHENDRA RADIKTA (END)✔
  • Hope is a dream that is doesn't sleep
  • Annoying Boy & Good Papa
  • Orang Ketiga
  • Be Yours
  • Rumah Sepasang Luka ✓

!!!WARNING!!! BACALAH NOVEL INI SENDIRIAN JIKA TIDAK INGIN DI ANGGAP SEBAGAI ORANG GILA! Karena kesalahpahaman, Ana dipaksa menikah dengan seorang pria yang terpaut jauh dengan usianya. Dan siapa sangka, pria yang di nikahinya itu adalah seorang duda anak satu dan parahnya lagi dia adalah sahabat ibunya yang dulu sangat mencintai ibu Ana. Keduanya hidup bagai seekor kucing&tikus, setiap saat ada saja masalah yang diributkan. "Tolong-tolong, ada om-om cabul. Aku mau di nodai, tolong-tolong! Hmppp..." "Saya tadi ingin membopong kamu, karena kamu tidurnya ngebo! Dibangunin berulang kali tidak mempan. Seharusnya kamu seneng, ada yang perhatian sama kamu bukan malah menuduh saya pria cabul!" Sentak Aldi dengan nada membisik di telinga Ana. "Dengar yaa, om-om cabul aku sungguh tidak berharap digendong oleh dirimu. Lain kali gak usah nyari kesempatan dalam kesempitan!" Bentak Ana. "Hei, kamu itu dikasih hati malah ngelunjak minta cinta. Saya tidak minat berbuat lebih pada tubuh kecil, tepos, bodi bambu, depan belakang rata, muka pas-pasan pula. Jadi kaya apa nanti anakku kalo saya nikah dan suka sama kamu." "Heiii, huh huh.." dengan napas tersengal-sengal dan jari menunjuk wajah Aldi. "Siapa juga yang minta cinta dan kawin sama om cabul kaya kamu?! Dasar om-om tua, keriput, pelit, medit, cabul---"

More details
WpActionLinkContent Guidelines