Legion - Bloodlines legacy

Legion - Bloodlines legacy

  • WpView
    Reads 2,675
  • WpVote
    Votes 88
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 17, 2023
"Saat seluruh percikan petir berkumpul di suatu tempat untuk membela Hak pemegang Bloodlines" ujar Hideki dari balik istana Sakura. "Gundala Revolutions, Gundala Infantry, Gundala Emperor, bahkan percikan petir dari masa depan memilih untuk bertarung bersama kita, Ayah." Ujar William sembari menatap ke arah Gundala Neo. "Gundala Atomic Atlas, dan Ksatria wanita Kuil Pantheon, Gundala Alya." Ujar Raditya. "Hingga Sang Kaisar, Gundala Putra Petir." Ujar William sembari menatap sosok bertopeng di hadapan mereka. "Eyang Sancaka.." Legion ( Gundala Sayap Malam ) Bloodlines legacy.
All Rights Reserved
#9
battle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Koridor Sekolah ✔ ||  (TELAH TERBIT) ||
  • {WN} Reincarnated With The Strongest System VIII [END]
  • Bargasaka Team
  • The Comedian's Last Laugh
  • SANG PENDEKAR

SEBAGIAN PART SUDAH DI HAPUS KARENA KEPENTINGAN PENERBITAN BUKU‼️ Orang-orang berkata mempunyai hal yang tidak di miliki itu menyenangkan. Tapi tidak bagi Keysa Herlin gadis yang bisa melihat mereka sejak kecelakaan beruntun yang menyebabkan dirinya mati suri. Kehidupan nya berubah drastis setelah dirinya pindah ke SMA Jaya Melati. Keysa harus bertahan dengan teror hantu yang melegenda di sekolah barunya. Sebuah koridor panjang tak berpenghuni akibat tragedi kebakaran sepuluh tahun yang lalu. Tidak di sengaja Keysa terjun lebih dalam hingga dirinya harus bisa menghadapi kenyataan pahit untuknya. Serangkaian kejadian yang membuat misteri keluarganya perlahan terbongkar. Di tempat koridor itu pun Keysa menemukan bukti dalang di balik tragedi kebakaran koridor SMA Jaya Melati. *** Api terus menyala tanpa menyisakan satu benda pun yang utuh di sepanjang koridor itu. Dari sisi lain, di saat nyawanya meregang pupil mata gadis itu melihat ke sekeliling. Meskipun tubuhnya habis terbakar namun dendamnya tidak pernah hilang. "A-aku bersumpah a-kan meng-mengha-bisi ketu-runan KALIANNN!!!" ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines