Virtual || END

Virtual || END

  • WpView
    Reads 1,248
  • WpVote
    Votes 385
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 26, 2023
Kita nyata, kita memandang langit yang sama. Tapi.... Arrgghhh sudahlah, intinya apa aku bisa memiliki mu secara nyata?_FebiolaGheanindy Kau itu hanya virtual ku, sesuatu hal yang tak bisa aku rasakan. Jika aku sedang bersedih, apa kau bisa memeluk ku dan menenangkan ku secara nyata bukan hanya sekedar kata-kata?_FabrizioAhzaAtharizz ~☆~ Selama pandemi ini, Febiola tak kemana-mana karena anjuran dari pemerintah untuk mencegah penyebaran covid-19. Dan belajar pun harus online, bukan hanya belajar saja yang harus online, tapi semua hal pun harus online. Hingga suatu saat Febiola dipertemukan oleh seseorang dan memberitahukannya oleh sebuah aplikasi hingga ia bertemu dengan orang yang dia impikan, tapi sayang mereka harus bertemu secara virtual. Penasaran gak tuh.... Apakah Febiola bakalan bisa bersatu sama mas ex atau sebaliknya? Jangan lupa buat mampir ya! Vote, coment, and, share. 🚫 Note Hasil pemikiran sendiri, dan mohon maaf ya jika ada ke samaan nama tokoh dan latar belakang cerita. DON'T COPPY MY STORY!
All Rights Reserved
#1
percintan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Possessive and Psycho Boyfriend [REPOST]
  • LDR? Bisa jadi rumah ke 2 nggak yah?
  • Cold Boyfriend [Ending]
  • DEAR LAURA (ON GOING)
  • BUTA ARAH [END]
  • Psychopath vs Indigo (TERBIT)✔
  • EROZEL
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]
  • [2.1] IVANDER [END]
  • PSYCHO D [END]

Follow sebelum membaca "Keluarlah, Sayang! Percuma kau bersembunyi, aku akan menemukanmu!" Febri menendang meja tempat persembunyian Vani dengan kuat hingga membuat meja itu jatuh memporak porandakan hati Vani yang bergemuruh. "Ketemu juga." Vani menjerit kesakitan kala Febri mencengkram bahunya dengan kuat. Rasanya bahu itu hampir copot. Ia memberontak tapi tak mampu membuat cengkraman Febri mengendur. "Mau kabur ke mana lagi? Kamu nggak bakal bisa kabur, because you're mine, Baby ...." Air mata Vani tumpah, ingin menjerit meminta bantuan tapi mulutnya terasa terkunci begitu rapat melihat tatapan mematikan dari Febri. "Sakit, Feb. Lepasin! Ini sakit ...." Gadis itu merintih dengan tangis kian menderas. "Oh, ternyata cengkramanku ini menyakiti gadisku yang bandel. Baiklah karena aku menyayangimu aku akan melepasnya, tapi pilih dulu hadiahmu, Sayang! Pisau atau silet?" Rasanya Vani ingin mati saja. Pilihan yang laki-laki itu berikan tidak ada baiknya. Keduanya sama-sama begitu menyakitkan. Vani tak tahu harus memilih yang mana. "Feb ... aku mohon, aku minta maaf." "Aku terima maafmu, tapi jawab dulu. Kamu mau hadiah menggunakan pisau atau silet?" Published 3 September 2020 - 14 April 2021 Part masih lengkap

More details
WpActionLinkContent Guidelines