Eccedentesiast Alone [On Going]

Eccedentesiast Alone [On Going]

  • WpView
    Reads 274
  • WpVote
    Votes 119
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 19, 2021
"Kak, apa manusia bisa bahagia?" Jauza bertanya secara Tiba-tiba. "Tentu" jawab Wara dengan yakin "Aku selalu merasa jadi manusia kurang beruntung didunia ini, kenapa aku selalu merasa sedih? Dan mengapa untuk bahagia aku harus bolak balik psikolog, psikiater dan minum anti depresan secara rutin?Jujur aku cape". Seperti judul cerita, Eccedentesiast itu sendiri adalah istilah untuk seseorang yang menyembunyikan rasa sakit mereka di balik senyumnya. Manusia pandai berpura-pura membingkai senyum diatas luka, seberapa keras manusia pandai memainkan perannya masing-masing?seberapa besar usaha mereka membangun dinding kokoh yang sulit diterjang. Pakailah topeng itu untuk bersosialisasi. Masalahmu kubur saja dalam-dalam toh mereka cenderung hanya penasaran daripada sekedar peduli. Padahal dibalik ketangguhan seseorang tetap saja mereka memiliki Rasa ingin untuk menemukan sebuah sandaran. ------------------------------------- Dicerita ini aku mau kasih tahu ke kalian setiap orang memiliki duka dan luka-nya masing-masing. Kalau gak kuat buat baca mending berhenti dulu. Oke!
All Rights Reserved
#761
mentalhealth
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Endless [END]
  • HELP! (END).
  • Hopeless
  • Goodbye Alaska [END]
  • Breathe
  • Matahari
  • Psikopat Digital? [End]
  • Eccedentesiast
  • Eccedentesiast

"Endless" atau "Tak berujung" dalam perspektif kebahagiaan yang artinya kebahagiaan itu seperti air yang terus mengalir. Saat kamu merasa bahagia karena hal kecil, seperti menikmati makanan dan minuman kesukaan mu, kebahagiaan itu bisa berlanjut saat kamu bertemu teman dan berbagi cerita. Lalu berlanjut lagi saat kamu pulang dan berkumpul dengan keluarga. Bayangkan seperti membuka kado. Setiap kali kamu membuka satu kado dan menemukan kebahagiaan di dalamnya, selalu ada kado lain yang menunggu untuk dibuka. Kadang kadonya besar seperti kelulusan atau pencapaian besar, kadang kecil seperti senyuman orang yang kamu sayangi. Intinya, kebahagiaan itu tidak pernah habis. Setiap hari ada saja hal yang bisa membuatmu bahagia, tergantung bagaimana kamu melihat dan menghargainya. Seperti mata air yang terus memancarkan air segar, begitu juga kebahagiaan yang akan terus hadir dalam hidupmu dengan berbagai cara dan bentuk yang tak terduga.

More details
WpActionLinkContent Guidelines