Homebound | 00L Nct Dream

Homebound | 00L Nct Dream

  • WpView
    Reads 2,589
  • WpVote
    Votes 141
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 3, 2025
Berbincang perihal rumah, mungkin aromanya masih menyimpan banyak kisah, mungkin pojok-pojok ruangannya masih bisa mengingatkan kita pada kenangan yang indah. Perihal rumah, memang selalu ada beberapa hal yang sudah menjadi ciri khasnya. "Hidup ini memang misteri, Mas. Sama seperti ketika kita membaca buku, kita tak pernah benar-benar tau apa isi dari bab yang akan datang. Dan begitulah jalannya hidup, selalu ada yang tiba-tiba datang." "Wong urip kui mung mampir ngombe, Dek. Nggak ada yang abadi di sini, karena kematian memang kewajiban bagi semua yang hidup." @1007hcl | 2025
All Rights Reserved
#68
lhc
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kemana Arah Pulang?
  • Bumblebee {Nohyuck} Going To Season 2
  • Bahariputra
  • 7 Lentera Nenek [NCT Dream]
  • Rumah Besar Benua
  • Ramadhan With Barudak
  • KISAH DI BALIK PINTU || NCT DREAM [✓]
  • The doll is my blood[ vampire ] NCT DREAM

Insiden yang merenggut kedua orang tua mereka telah mengubah segalanya. Rumah yang dulu penuh dengan tawa dan kebahagiaan kini terasa hampa dan penuh kesedihan. Setiap sudut rumah yang mereka tinggali kini penuh dengan kenangan akan masa lalu, dan rasa kehilangan yang tak terhingga. Lima bersaudara itu terjebak dalam arungan luka tak kasat mata. Terkunci dalam labirin ketakutan yang tanpa sadar telah mengikis tali persaudaraan mereka. Maraga, si sulung yang harus merelakan masa kuliahnya dan beralih menjadi tulang punggung keluarga. Reshaya, sang kakak kedua yang enggan berbagi duka. Hendara, si anak tengah yang selalu menangis di sepertiga malam hanya karena merindukan Bunda. Dan si kembar, Juandika dan Anandika yang sama-sama memendam sesak tak berkesudahan. "Aku kangen rumah yang dulu." "Kita berdamai sama-sama ya? Jangan ada lagi yang di pendam." Written by Kala Rune Desember, 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines