Afwan, Gus

Afwan, Gus

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Wed, Oct 16, 2024
Zulfa Syarafana, adalah santriwati dipondok pesantren Darus Salam. saat ini, ia duduk dikelas 12. Ia mempunyai rahasia yang sungguh aneh yaitu, ketakutan (fobia) terhadap laki- laki. akan tetapi saat dirinya bertemu dengan Ridho, laki- laki dingin yang membuat ia kesal. tapi, seiring berjalanya waktu semua terasa berbeda. akankah Zulfa dapat ia mengatasi fobianya itu? ditambah kemunculan Aiman, sang kakak laki- laki dan ayahnya yang tiba- tiba? mulai baca yuk! "Wanita itu seperti tulang rusuk: ia tidak dapat diluruskan, jika diluruskan akan patah atau jika sudah pecah (perasaanya) ia tidak akan dapat diperbaiki seperti sebelumnya" Muhammad Ridho Al Kudus "Jangan pusing dengan penilaian orang, toh! Kamu tidak menjalani kehidupanku" Zulfa Syarafana
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dalam Iman
  • Goresan Takdir
  • GUS KU ITU SUAMI KU {TAMAT}
  • TERJEBAK DALAM RASA [TERBIT]
  • Presma Pesantren
  • Alifa Story [END]
  • Because I Love You ( TAMAT  )
  • Sekuntum Bunga Tulip {END}
  • Diantara 2 Bidadari Surga [ On Going ]

Azha tidak pernah menyangka bahwa langkah pertamanya di pesantren akan mempertemukannya dengan Muaz-santri yang dingin, pendiam, dan selalu terlihat serius dengan hafalannya. Sejak awal, mereka berada di dunia yang berbeda. Muaz sibuk dengan hafalannya, sedangkan Azha berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Namun, takdir selalu punya cara unik untuk mempertemukan dua orang yang seharusnya berjalan di jalur masing-masing. Tatapan yang tak sengaja, pertemuan di tempat yang tak terduga, hingga percakapan-percakapan kecil yang membuat Azha menyadari bahwa Muaz tidak sekeras yang terlihat. Di antara hafalan dan kesibukan pesantren, Azha mulai memahami bahwa ada jeda di antara mereka-sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jeda itu bisa berupa harapan, doa, atau bahkan perasaan yang perlahan tumbuh namun tak bisa diungkapkan. Tapi ketika waktu mulai memisahkan mereka, Azha dan Muaz harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua perasaan bisa menemukan jalannya sendiri. Apakah keduanya akan tetap berada di jalur masing-masing, ataukah takdir akan membawa mereka kembali bertemu di titik yang sama? Sebuah kisah tentang perasaan yang terpendam, tentang ketulusan dalam diam, dan tentang bagaimana Allah selalu punya rencana terbaik di setiap jeda yang tercipta. 🕐 UPDATE SETIAP SELASA & MINGGU

More details
WpActionLinkContent Guidelines