DI BALIK PINTU NOMOR 7 [𝗘𝗡𝗗]
Malam itu hujan turun seperti dendam yang belum selesai. Deras, berat, dan menghantam atap sekolah SMA Arunika dengan ritme kacau, seolah langit sendiri sedang resah.
Gedung tua di belakang sekolah, yang selama ini dikunci dan dilupakan, mendadak terang oleh satu cahaya lampu neon yang berkedip-lampu yang seharusnya sudah mati sejak bertahun-tahun lalu.
Tujuh undangan muncul entah dari mana. Dicetak rapi. Kertasnya putih bersih, tapi bagian belakangnya seperti dicoret tangan yang gemetar-dengan satu kalimat yang ditulis ulang berkali-kali:
"𝐷𝑎𝑡𝑎𝑛𝑔𝑙𝑎ℎ. 𝐾𝑎𝑢 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑒𝑚𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏𝑎𝑛𝑚𝑢."
Dan entah kenapa, ketujuh siswa itu datang. Bukan karena percaya, tapi karena sesuatu dalam surat itu terasa... pribadi. Terlalu tepat. Seolah seseorang tahu sesuatu yang nggak seharusnya diketahui siapa pun.
---
!!! 𝗣𝗟𝗔𝗚𝗜𝗔𝗧 𝗔𝗧𝗔𝗨 𝗦𝗘𝗠𝗔𝗖𝗔𝗠𝗡𝗬𝗔 𝗗𝗜𝗟𝗔𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗠𝗘𝗡𝗗𝗘𝗞𝗔𝗧 𝗞𝗔𝗥𝗘𝗡𝗔 𝗜𝗡𝗜 𝗠𝗨𝗥𝗡𝗜 𝗗𝗔𝗥𝗜 𝗣𝗘𝗠𝗜𝗞𝗜𝗥𝗔𝗡 𝗔𝗨𝗧𝗛𝗢𝗥 𝗦𝗘𝗡𝗗𝗜𝗥𝗜!!!